BANJARBARU, banuapost.co.id– Bakal Calon Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, tak hadir saat pendaftaran di KPU setempat, Ahad (6/9). Ketidakhadiran Ketua DPW PPP Kalsel ini, karena positif terinfeksi vuris korona.
Meski demikian, proses pendaftaran diwakili calon wakilnya, Wartono. Bersama pendukung, Wartono diiringi tabuhan lantunan hadrah.
Sebelum memasuki ruangan penyerahan dokumen pendaftaran, Wartono dan perwakilan koalisi partai pengusung, Gerindra, PPP dan PDIP, terlebih dahulu melakukan serangkaian protokol kesehatan Covid-19.
Usai pendaftaran, Wartono mengklaim dokumen yang diserahkan lengkap dan diterima KPU Banjarbaru.
Wartono yang merupakan Ketua PDIP Banjarbaru, tak menampik ketidakhadiran pasangannya, Ovie, sapaan akrab Aditya Mufti Ariffin, karena sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 di Jakarta.
Keterangan Wartono dibenarkan Ketua KPU Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat. “Ketidakhadiran bakal calon ini, tidak menghalangi proses pendaftaran. Selama melampirkan surat keterangan hasil swab. Ketidakhadiran Ovie secara langsung disiasati dengan secara virtual,” ujar Hegar.
Menurut Hegar, Ovie tidak diperkenankan mengikuti tes kesehatan sebelum dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes swap. Kendati demikian, Ovie diberikan dispensasi untuk mengikuti tes kesehatan, setelah dinyatakan negatif.
“Berdasarkan jadwal, tes kesehatan terakhir pada 11 September nanti. Tapi untuk yang positif Covid-19, tidak ada pembatasan. Setelah swab berikutnya negatif, baru bisa kita berikan surat pengantar tes kesehatan di RSUD Ulin,” jelas Hegar.
Seperti diketahui, paslon Aditya Mufti Ariffin dan Wartono mendaftar di KPU Banjarbaru bermodalkan usungan koalisi Gerindar, PPP dan PDIP dengan raihan 13 kursi dari total 30 di DPRD Banjarbaru. Dengan itu, Ovie dan Wartono dipastikan memenuhi syarat minimal pencalonan, yakni 11 kursi. (emy/oie/foto: olivia)