BOGOR, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah fokus mengendalikan Covid-19, dan mengampanyekan penerapan protokol kesehatan secara luas, hingga ditemukannya vaksin.
“Penerapan protokol kesehatan menjadi satu-satunya langkah pencegahan utama yang mutlak dilakukan,” tegas Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas mengenai pengarahan kepada para gubernur dalam menghadapi pandemi Covid-19 beserta pemulihan ekonomi nasional yang digelar melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9).
Menurut presiden, yang berkaitan dengan jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun, tidak berdesakan, harus diulang-ulang terus, terutama yang berkaitan dengan pemakaian masker.
“Ini yang harus disampaikan terus. Kunci sebelum vaksinasi dilakukan, pemakaian masker. Ini yang paling penting,” tandas presiden.
Sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan hingga pembagian masker kepada masyarakat, harus dilakukan secara masif hingga ke kampung atau desa-desa dengan melibatkan tokoh dan elemen masyarakat setempat. Selain itu, pengawasan terhadap hal tersebut juga harus secara berkala dan tegas dilakukan.
“Akan lebih baik lagi kalau pengawasan lapangan itu betul-betul dilakukan. Pemberian sanksi yang tidak patuh, betul-betul dilakukan. Sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan seluruh masyarakat,” ucapnya.
Pemerintah sendiri berkomitmen untuk mempercepat pengujian dan pengadaan vaksin Covid-19 di Tanah Air. Hingga akhir tahun ini, setidaknya komitmen untuk pengadaan 20 sampai 30 juta dosis vaksin apabila nantinya telah ditemukan telah diperoleh.
Akhir 2021 mendatang, komitmen yang telah didapatkan Indonesia untuk pengadaan vaksin yang hingga kini tengah diuji coba tersebut, mencapai 290 juta dosis vaksin.
Sambil menunggu adanya vaksin tersebut, presiden meminta jajarannya baik di pusat maupun daerah untuk tetap berupaya keras melakukan penanganan pandemi di wilayah masing-masing dengan tidak mengendur sedikitpun.
Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin lokal yang disebut vaksin Merah Putih. Bakal vaksin tersebut saat ini sedang dikerjakan konsorsium nasional yang melibatkan lembaga biologi molekuler Eijkman, perguruan-perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga penelitian.
“Saat ini vaksin Merah Putih dalam tahap pembuatan benih vaksin dan prosesnya sudah sekitar 30-40 persen. Direncanakan dapat diuji klinis pada awal tahun depan. Insyaallah, ini siap produksi di pertengahan 2021,” tuturnya. (yb/din/foto: rusman)