BANJARMASIN, banuapost.co.id– Suksesi kepemimpinan di Kabupaten Tanah Bumbu, benar-benar seksi. Selain pertarungan senior dan junior, juga ada tekad untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diukir salah satu kabupten termuda di Provinsi Kalsel ini.
Duet Syafruddin H Maming (SHM) dan M Alpiya Rakhman (MAR), merupakan kaum milenial. SHM atau Cuncung, sapaan akrabnya, kelahiran Desa Pulau Burung 43 tahun silam, tepatnya 6 Januari 1977.
Sementara calon wakilnya, MAR, jauh lebuh muda lagi. Kelahiran Kecamatan Satui 34 tahun silam, tepatnya 3 Oktober 1986.
Sedang kandidat lainnya, dr HM Zairullah Azhar, sosok yang tak asing lagi di Bumi Bersujud. Selain mantan bupati pertama (2005-2020), pria kelahiran Pagatan 2 April 1954, juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalsel.
Tak sementereng Zairullah, HM Rusli yang menjadi wakil, tak banyak yang tahu. Selain kakak pengusaha tambang terkenal, H Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam.
Di luar kandidat-kandidat yang menjadi buah bibir masyarakat Bumi Bersujud, pasangan lain dari jalur independen alias kada bapartaian, Mila Karmila dan Zainal Ariffin.
Sedikitpun tak menapikan duet Mila Karmila-Zainal Ariffin yang ingin meretas sejarah. Selain sosok wanita jadi kepala daerah, sekaligus yang pertama, pasangan inipun seperti ingin membuktikan ‘kedaulatan’ rakyat bukan ada di partai.
Seperti 10 tahun silam
Sebagai kaum milenial, mampukah Cuncung mengulang langkah sukses sang adik, Mardani H Maming, seperti dalam Pilkada 2010 lalu?.
Sebagai calon yang kurang diunggulkan karena dianggap ‘anak kemarin sore’, abreviasi MHM ini justru sukses memenangi pilkada 10 tahun silam. Bahkan karena usianya baru 28 tahun ketika itu, MHM dinobatkan sebagai bupati termuda di Indonesia.
Meski dengan usia belia, MHM membuktikan diri sebagai kepala daerah yang dikenal dengan program Tri Dharma Pembangunanya. Tanah Bumbu benar-benar bersolek. Mulai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga meningkatkan APBD-nya lebih dari Rp 1 triliun.
Karena itu tak heran, perubahan besar yang dinikmati masyarakat pesisir sebelah Tenggara Pulau Kalimantan ini, dalam Pilkada 2015 MHM mampu meraih 80 persen suara untuk kembali menakhodai Tanah Bumbu.
Sukses MHM inilah yang kini akan diwujudkan kembali oleh SHM dan MAR dengan kondisi tak jauh berbeda dengan Pilkada 2010. Ketika itu, anak muda juga berhadapan dengan tokoh-tokoh senior.
Zairullah Azhar adalah mantan Bupati Tanah Bumbu periode 2005 – 2010 yang kemudian posisinya digantikan Mardani H Maming. Bahkan Zairulah pernah menatap kursi Kalsel 1. Dua kali mencalonkan diri sebagai gubernur namun kandas, baik oleh Rudy Ariffin maupun H Sahbirin Noor.
Di Pilkada 2020 ini, pasangan SHM-MAR yang mengusung jargon: “Bersama Rakyat Kita Menang” dinilai memiliki peluang mengulang sukses Mardani H Maming.
Sebagai anak muda, keduanya dinilai cocok memimpin Tanah Bumbu di era milenial seperti sekarang. “Suksesi kepemimpinan ke generasi muda di Tanah Bumbu sudah terjadi. Diawali Mardani H Maming yang berlanjut terus ke dalam pemerintahannya,” ujar Burhansyah, seorang tokoh masyarakat Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir.
Tentunya bukan tanpa alasan penilaian salah satu tokoh yang memiliki andil memperjuangkan berdirinya kabupaten pemekaran Kabupaten Kotabaru 17 tahun silam, sebagaimana UU No: 2/2003 tanggal 8 April 2003 itu.
Beberapa kepala dinas di lingkup Pemkab Tanah Bumbu, lanjut Burhan, berasal dari generasi muda. Bahkan hampir semua kades pun, juga dari generasi muda.
“Dari kerja nyata generasi muda inilah, masyarakat merasakan adanya lompatan kemajuan luar biasa. Oleh karena itu, paradigma masyarakat berubah menjadi yakin dan percaya kepada generasi muda,” tandas Burhan.
Terlebih lagi, sambung Burhan, pasangan SHM-MAR meski masih muda namun pengalaman keduanya sudah matang,
“Baik Cuncung maupun Alpiya, pernah duduk sebagai legislator di DPR RI dan DPRD. Pengalaman ini bisa jadi bekal saat memimpin Kabupaten Tanah Bumbu,” tandasnya.
Pastinya, Pilkada Tanah Bumbu 2020 yang dihelat Desember mendatang, menjadi ajang pesaingan dua keluarga pengusaha, di bidang tambang pula.
Cuncung yang notabene kakak Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming, dengan kakak H Isam, HM Rusli.
Meski demikian, siapa pun yang bakal memenangkan persaingan, semua terpulang pada rakyat di Tanah Bumbu. Karena itulah yang terbaik untuk membangun Bumi Bersujud, paling tidak lima tahun ke depan. (yb/*/foto; ist)