JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo putuskan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk dibahas di DPR-RI menjadi kapolri, menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.
Kabareskrim Polri ini, merupakan satu di antara lima nama yang direkomendasikan Kompolnas ke Kepala Negara untuk diputuskan menjadi calon tunggal.
Disetornya nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, di gedung DPR, Rabu (13/1). Surat presiden (surpres) untuk calon Kapolri dikirimkan ke DPR langsung oleh Mensesneg Pratikno.
Mensesneg Pratikno tiba di Gedung Parlemen sekira pukul 10:45 WIB. Adapun Puan di dampingi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Aziz Syamsudin, saat menerima surpres tersebut.
“Surpres telah kami terima dari bapak presiden yang mana bapak presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal, yaitu bapak Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri,” ujar Puan.
Puan menjelaskan, sesuai ketentuan dalam UU No: 2/2002 tentang Kepolisian RI, kapolri diangkat dan diberhentikan presiden dengan persetujuan DPR RI.
Dalam memberikan pendapat atas kapolri usulan presiden, kata Puan, DPR RI akan memperhatikan berbagai aspek dan dimensi yang dapat memberi keyakinan, Kapolri yang diusulkan memenuhi persyaratan.
Persyaratan itu meliputi syarat adimistratif, kompetensi, profesionalitas dan komitmen dalam mengawal Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika.
“Selanjutnya, proses pemberian persetujuan akan dilakukan sesuai mekanisme internal DPR,” ujar Puan.
Sudah diprediksi
Penunjukkan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai sebagai kapolri, memang sudah diprediksi sebelumnya.
Listyo pernah menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011, saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Kedekatan berlanjut ketika Jokowi menjadi presiden. Pada 2014, Listyo pun menjadi ajudan Jokowi.
Setelah tidak menjadi ajudan Jokowi, jebolan Akademi Kepolisian 1991 yang lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969, menduduki sejumlah jabatan di kepolisian, yakni Kapolda Banten 2016-2018 dan Kadiv Propam Polri 2018-2019, sebelum diangkat menjadi Kabareskrim.
Prestasi yang ditunjukkan Listyo Sigit setelah baru saja menjadi Kabareskrim akhir 2019 lalu, membuka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dan menangkap buronan kelas kakap Joko S Chandra di Malaysia.
Jika Sigit dilantik sebagai kapolri, dia adalah jenderal beragama nasrani kedua yang pernah memimpin Korps Bhayangkara. Sebelumnya, Jenderal Widodo Budidarmo (Periode 1974-1978). (yb/b2n/foto: ist)