PELAIHARI, banuapost.co.id– Seorang petani karet di Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, temukan mortir di lahan kebun karetnya, Diduga peninggalan zaman perang itu, akhirnya diledakan tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Kalsel, Sabtu (2/1).
Benda mematikan berwarna biru ditemukan Haji Basri, warga RT 8 PTPN XIII, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihar, Jumat (1/1) petang, saat membersihkan lahan kebun karetnya di Gunung Damarwulan.
“Saat membersihkan semak di dekat batas lahan saya, tiba-tiba parang seperti menerpa batu. Saya kemudian melihat apa yang terbentur, ternyata berbentuk mortir,” kata Haji Basri saat diminta keterangannya, Sabtu (2/1) di dekat lokasi penemuan mortir.
“selain takut dan hari sudah hampir gelap, saya memilih membiarkan benda tersebut dan pulang ke rumah,” imbuh Haji Basri.
Sampai di rumah lelaki berusia 60 tahun itu kemudian menceritakan temuannya dengan Jatim, tetangganya. Mendapat kabar seperti itu, Jatim belum berani melaporkannya. Pagi-pagi sekitar pukul 08.00 Wita, ia bergegas dengan Haji Basri melihat ke lokasi.
“Setelah yakin itu benda berupa mortir, saya kemudian memoto dan melaporkan temuan H Basri kepada petugas,” kata Jatim yang mengaku sempat memposting temuan itu di medsos.
Berdasarkan laporan warga, jajaran Polres Tala kemudian berkordinasi dengan Brimob Polda Kalsel. Hingga akhirnya diturunkan tim penjinak bom dari Gegana yang dipimpin Iptu Sunardi, Wakasubden II Den Gegana Satbrimob Polda Kalsel.
Karena tidak memungkinkan untuk melakukan disposal di titik penemuan, anggota Jibom Gegana kemudian membawa turun mortir ke kaki Gunung Damarwulan dan meledakannya.
Menurut Kabag Ops Polres Tala, Kompol Novy Adi Wibowo, mortir yang diduga sisa peniggalan zaman perang, terpaksa diledakan di tempat karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa.
“Setelah kami mendapat laporan adanya penemuan mortir, kapolres langsung berkordinasi dengan Brimob Polda Kalsel,” kata Kabag Ops.
Peledakan mortir temuan itu disaksikan Kasat Intel Polres Tala, AKP Asep Danu Hudaya, Kapolsek Pelaihari, Ipda May Felly Manurung, dan personel TNI dari Kodim 1009/Pelaihari. (zkl/foto: zul yunus)