JAKARTA, banuapost.co.id– Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendesak komunitas internasional membantu atasi pandemi Covid-19 di Palestina. Seperti warga dunia lainnya, rakyat Palestina juga berhak mendapatkan vaksinasi.
“Terdapat kebutuhan mendesak untuk membantu rakyat Palestina mengatasi Covid-19, termasuk memberikan akses terhadap vaksin,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan ketika menjadi salah satu keynote speaker secara virtual dalam acara ‘Al-Quds brings us together – Together against normalization of relations with the Zionist regime’ yang berlangsung di Teheran, Iran, Senin (18/1).
Pandemi Covid-19, sambung peretas sejarah perempuan pertama Ketua DPRRI itu, dapat digunakan sebagai momentum untuk mendesak rekonsiliasi faksi-faksi di Palestina. Rakyat Palestina saat ini harus bersatu menghadapi pendudukan Israel dan mengatasi pandemi Covid-19.
“Saya menyerukan kepada semua negara yang hadir pada pertemuan ini, untuk tetap solid dan terus memperkuat dukungan kita terhadap Palestina. Sehingga bangsa Palestina dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tegasnya.
Pertemuan ini terdiri dari 2 sesi. Sesi para ketua atau deputi parlemen, dan sesi yang terdiri dari ketua komisi luar negeri negara-negara yang mendukung Palestina.
Pertemuan diadakan Parlemen Iran dan dipimpin Ketua Parlemennya, Bagher Ghalibaf. Selain Indonesia, negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini, Malaysia, Turki, Iraq, Syria, Pakistan, Algeria, Lebanon, Bolivia dan Palestina.
Dalam acara tersebut, Puan menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah.
Sebagai satu-satunya peserta Konferensi Bandung 1955, Palestina hingga kini belum merdeka. Sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kemerdekaannya.
“Saya ingin menegaskan dukungan kuat Indonesia terhadap “Solusi Dua Negara” dan dukungan terhadap rakyat Palestina untuk mencapai haknya sesuai batas sebelum tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ungkap Puan.
Menurut putri mantan Ketua MPR RI (Alm) Taufiq Kiemas ini, langkah sejumlah negara melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, tidak membantu proses perdamaian dan upaya Palestina meraih kemerdekaannya secara penuh.
“Yang diperlukan saat ini adalah tekanan kepada Israel agar tidak melanjutkan kebijakan unilateral aneksasi dan penjajahannya di wilayah Palestina,” ujar Puan yang merupakan alumni Fisip Universitas Indonesia.
Kepada perwakilan parlemen negara-negara yang hadir dalam pertemuan itu, Puan juga mengingatkan perlunya membangun hubungan dengan pemerintahan AS yang baru, untuk mendapatkan dukungan bagi “Solusi Dua Negara“ sebagai dasar proses perdamaian. (yb/foto: ist)