TAMBAN, banuapost.co.id– Petani yang tergabung dalam Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) Unit Anjir Serapat Muara, Kecamatan Tamban, Batola, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel, gelar tanam raya, Rabu (31/3).
Ketua MPPI Unit Anjir Serapat Muara, Abdul Hamid, mengaku optimis hasil bercocok tanam akan membuahkan hasil. Sehingga dapat menguntungkan petani, khususnya yang berada di bawah binaan MPPI Unit Anjir Serapat Muara.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan padi yang kita tanam pada hari ini bisa panen,” kata Hamid.
Sebelum adanya program MPPI masuk di desa ini, lanjut Hamid, para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Sehingga menjadi tidak produktif. Namun semenjak keberadaan MPPI di Desa Anjir Serapat Muara, para petani menjadi lebih produktif dalam melaksanakan aktivitas bertani.
“Mudah-mudahan hasil dari bercocok tanam ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk estimasi panennya, Insyaallah September nanti,” imbuh Hamid yang juga merupakan seorang petani ini.
Meski demikian, bukan berarti cocok tanam kali ini tak ada ancaman. Hamid mengakui, ancaman hama usai bercocok tanam masih mengintai. Sehingga berharap adanya uluran tangan dari dermawan untuk memberantas hama agar tidak terjadi gagal panen.
Sementara, Staf Program ACT Kalsel, M Rizki menuturkan, sedikitnya ada 20 hektare lahan sawah yang ditanami bibit padi pada perhelatan tanam raya ini. Tercatat masing-masing satu hektare untuk satu petani.
Rizki berharap, dengan digelarnya tanam raya bertajuk “Petani Sejahtera, Indonesia Berjaya” dapat membangkitkan produktivitas maupun kesejahteraan petani di Desa Anjir Serapat Muara. Khususnya yang tergabung dalam binaan MPPI Unit Anjir Serapat Muara. Karena salah satu kunci kejayaan dari sebuah bangsa adalah kesejahteraan petani. (oie/foto: ist)