PELAIHARI, banuapost.co.id– Menghadapi ajang Award Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2021, Agustus mendatang, Tanah Laut akan tampilkan sektor andalan.
Soal sektor andalan ini diungkapkan Kasubbag Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam pada Bagian Ekobangkesra Setda Tala, Aris Apriadi, usai mengikuti Sosialisasi Kriteria Evaluasi Kinerja TPID 2020 (Award 2021) secara virtual di Ruang VVIP Setda Tala, belum lama tadi.
Beberapa program unggulan di sektor pertanian, permodalan hingga penanganan kelangkaan gas Tanah Laut, menurut Aris akan menjadi pilihan yang akan dirundingkan sebelum ditampilkan ke ajang award tersebut.
Bahkan hingga sekarang ini, sedang mempersiapkan kelengkapan berkas yang diperlukan agar kembali dapat mendulang sukses seperti di 2019, masuk dalam nominasi untuk kota non-Indeks Harga Konsumen (IHK).
Tidak hanya ingin mengulang pencapaian, Aris berharap Tanah Laut dapat menjadi juara untuk kategori kota non-IHK.
Kota IHK merupakan kota penghitung inflasi harga bahan pokok. Hanya ada tiga wilayah di Kalimantan Selatan yang menjadi kota penghitung inflasi, yakni Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru.
Selama ini penilaian inflasi Kabupaten Tanah Laut masih mengikuti perhitungan Banjarmasin. Karena itu, Tanah Laut sudah berencana melakukan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk perhitungan inflasi tersendiri agar data inflasi di Kabupaten Tanah Laut lebih akurat.
“Selama ini perhitungan di Banjarmasin. Inflasi harga terjadi pada ikan haruan, karena masyarakat Kalsel memang banyak yang mengkonsumsi ikan haruan,” jelasnya.
Sedangkan di Tanah Laut, sebenarnya harga ikan stabil. Meski lebih mahal, misalnya 1 kilo Rp 70 ribu, tapi dalam satu tahun kisaran harga itu 70 sampai 80 ribu, tidak terlalu jauh selisihnya.
Kerja sama itu diharapkan dapat mempermudah Pemkab Tala untuk mengetahui bahan pokok apa saja yang sebenarnya mengalami inflasi secara khusus di Kabupaten Tala, sehingga dapat dibuat kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran untuk kemajuan perekonomian Tala. (zkl/foto: diskominfo)