BATULICIN, banuapost.co.id– Komunitas Amal Jariah (KAJ) mendukung upaya terwujudnya lingkungan masyarakat yang Qur’ani. Komitmen diwujudkan dengan menyambangi Majelis Al Mubaraqah di Desa 6 Karang Sari, Kecamatan Kusan Hulu, Sabtu (3/4), untuk menyerahkan puluhan paket Al-Qur’an.
Tak ayal, kedatangan relawan KAJ mendapat sambutan antusias warga setempat. Warga sekitar musalla yang mengetahui akan kedatangan tim, menyambut dengan keakraban. Warga bahkan telah menyiapkan kudapan untuk disajikan ke relawan.
Menurut Pengurus Majelis Al Mubaraqah, Ira Agustin, selama ini kegiatan jamaah majelis yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak, berjalan dengan keterbatasan. Jumlah Al-Qur’an dan bahan bacaan yang tersedia, tidak sebanding dengan jumlah jamaah. Sehingga pemanfaatan waktu antara sesudah Salat Magrib dan sebelum Salat Isya untuk menggelar pembacaan Al-Qur’an tidak efektif.
“Karena Qur’annya terbatas, akhirnya kami harus bergantian. Namun dengan adanya bantuan wakaf Al-Qur’an ini, tentu sangat membantu kami,” ujar Ira Agustin yang juga merupakan petugas penyuluh pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kecamatan setempat.
Lebih lanjut kisah Ibu Ira, sapaan akrabnya, untusias warga sekitar untuk hadir ke majilis setiap malam cukup tinggi. Beberapa di antara jamaah bahkan kini sudah berada di level menghafal Qur’n atau hafiz. Karena itu dengan dukungan donasi ini, optimis masyarakat qur’ani di lingkungannya yang menjadi dambaan jamaah selama ini dapat digapai.
“Aktivitas di majelis ini, tentu kami harapkan juga bisa memengaruhi dan memberi contoh positif di lingkungan masyakat dusun lain. Sehingga lambat laun tidak ada lagi masyarakat yang buta aksara Al-Qur’an,” pungkasnya.
Sementara, Ketua KAJ, Syamsir Islami, mengapresiasi gairah masyarakat setempat untuk menggiatkan majelis rutin setiap malam. Ia berkomitmen, pihaknya akan selalu berupaya mendukung terwujudnya masyarakat Qur’ani.
“Tidak terkecuali pada daerah-daerah terpencil sekalipun, kami akan upayakan untuk membantu sesuai program dan kemampuan komunitas kami,” tandasnya.
Bukan itu saja, Syamsir yang semula juga sempat terperangah melihat kondisi bangunan musalla –tempat pusat kegiatan majelis– yang sangat minimalis dan sebagian rusak, berjanji untuk membantu material pembangunan baru mushalla.
“Meski di tengah keterbatasan fasilitas warga tetap antusias untuk bermasjelis, kita akan bantu material pembangunan musalla. Karena warga juga sedang membangun musalla baru,” pungkas Syamsir. (uza foto:bzak)