JAKARTA, banuapost.co.id– Naiknya kasus corona secara nasional setelah Lebaran 1442 H, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan sampai 112 persen.
“Pembelajaran pertama setelah disandingkan, ternyata kenaikan kasus pasca-Idul Fitri di tahun ini secara nasional mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu mencapai 112,22 persen. Sedangkan kenaikan kasus pada 2020, lanjut Wiku, sebesar 93,11 persen,” jelas juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung akun YouTube BNPB, Kamis (17/6).
Menurut Wiku, kenaikan kasus di tahun ini tidak dipungkiri terjadi karena pada minggu keempat usai Idul Fitri jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Dalam satu minggu terjadi kenaikan hampir 2 kali lipat. Sehingga menyebabkan perbedaan yang signifikan pada keadaan minggu ketiga lalu dengan minggu keempat saat ini.
“Jika dibandingkan kenaikan minggu ketiga, yang sempat saya sampaikan, kenaikan di tahun ini hanya sekitar 50 persen. Sedang di tahun lalu kenaikannya mencapai 80 persen. Namun dalam satu minggu saja, persentase kenaikan kasus di tahun ini bisa melampaui persentase kenaikan kasus di tahun lalu,” katanya.
Pembelajaran kedua, sambung Wiku, jika dilihat pada minggu keempat tahun ini dibandingkan minggu keempat tahun lalu, signifikansi kenaikan kasusnya tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
“Di tahun lalu, Jawa Tengah mengalami kenaikan hingga 758 persen. Sedang di tahun ini, sebesar 281 persen,” ujarnya.
Hal ini dapat terjadi, karena pada tahun lalu Indonesia masih berada di tahap awal penanganan pandemi dan masih menyesuaikan diri terhadap situasi dalam menangani Covid-19.
“Keadaan ini dapat memicu signifikansi kenaikan yang lebih tinggi. Namun jika dilihat lebih dalam tahun ini, meskipun persentase kasus di tingkat provinsi tidak mengalami kenaikan sebesar tahun lalu, pada beberapa kabupaten/kota tertentu terjadi peningkatan kasus yang signifikan dalam rentan waktu yang singkat,” papar Wiku.
“Contohnya kenaikan kasus pada beberapa kabupaten/kota di minggu lalu, seperti di Bangkalan, Pati, Kudus, Jepara, Bandung dan Kota Cimahi,” imbuhnya.
Karena itu, wanti Wiku, jika terdapat kabupaten/kota yang menunjukkan tingkat kenaikan signifikan, harus segera ditangani agar tetap terkendali, Sehingga tidak meningkatkan kasus di tingkat provinsi, hingga tingkat nasional. (yb/foto: dok)