LONDON, banuapost.co.id– Timnas Inggris akan menghadapi Denmark dalam semifinal Euro di kandang sendiri, Stadion Wembley, London, Kamis (8/7) dini hari Wita.
The Three Lions membawa optimisme tinggi. Tak kebobolan sejak awal turnamen, membuat mereka yakin bisa menebus kesialan yang sudah dirundung sejak Piala Dunia 1966. Karena selalu terhenti di babak semifinal. Oleh sebab itu kali ini, kalau berhasil meredam Danish Dynamite, ke final untuk pertama kalinya.
Setelah menang telak 4-0 atas Ukraina dalam laga yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Ahad (4/7), Harry Kane menjadi protagonis berkat dua gol yang dicetaknya. Adapun dua gol lainnya dibukukan Harry Maguire dan Jordan Henderson.
Kemenangan tersebut merupakan pertama kalinya dalam 25 tahun tim yang kini diarsiteki Gareth Southgate mencapai semifinal Euro atau Piala Eropa.
Bermain di Stadion Wembley bakal menjadi keuntungan bagi Inggris. Mereka mendapat dukungan penuh dari publiknya sendiri. Setidaknya sekitar 60.000 penonton akan menyaksikan.
Keuntungan sejalan dengan rekor yang tak terkalahkan saat tampil di stadion tersebut di dua turnamen elite, yakni Piala Dunia dan Euro. Dari 15 pertandingan, tercatat meraih 10 kemenangan dan lima hasil imbang, tidak termasuk adu penalti.
Menang lawan Jerman merupakan capaian terbaik mereka dalam dekade terakhir dari rekor pertemuan kedua tim. Sementara kemenangan dari Ukraina, hal yang wajar dan memang seharusnya diraih Inggris.
“Kami telah merobohkan begitu banyak hambatan yang dirasakan. Saya merasa tim ini akan merasakan tantangan berikutnya,” kata Southgate, dikutip dari Sky Sports.
Kegagalan pada Piala Dunia 2018 dari Kroasia di babak semifinal, menjadi tolak ukur untuk bisa meningkatkan ekspektasi dalam gelaran Euro 2020.
“Saya kira bagian yang menarik bagi kami adalah kami tidak akan merasa benar-benar puas jika itu hanya semifinal. Sedang mungkin tiga tahun lalu, ada kekecewaan karena hanya mencapai semifinal (Piala Dunia),” imbuhnya.
Sementara Denmark, tidak memiliki masalah cidera setelah pertandingan melawan Belgia. Tidak mengherankan jika Kasper Hjulmand, sang pelatih, tidak mengubah starting XI yang sama untuk menghadapi The Three Lions.
Akan ada banyak nama akrab yang diturunkan. seperti kiper Leiceste City, Kasper Schmeichel, Andreas Christensen dari Chelsea, Pierre-Emile Hojbjerg dari Tottenham Hotspur dan dan Martin Braithwaite dari Barcelona. Semuanya akan tampil.
Begitupun dengan Kasper Dolberg, sedang dalam performa terbaiknya untuk Nice sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam. Sedang Andreas Cornelius, akan menyokong sektor serangan, dan Yussuf Poulsen juga akan tampil di lini depan.
Rekor Inggris melawan Denmark cukup superior. Berlaga 19 kali melawan negeri Skandinavia itu, menang dalam 12 kesempatan, termasuk di babak 16 Besar Piala Dunia 2002. Baru-baru ini meraih kemenangan 1-0 dalam pertandingan persahabatan, Maret 2014.
Kyle Walker yang mendapat kartu merah melawan Islandia, akan membuka pintu bagi Trent Alexander-Arnold untuk kembali ke starting XI di bek kanan. Tetapi sebagian besar tim yang tampil di Islandia akan mempertahankan tempat mereka.
Jadon Sancho, Harry Kane dan Sterling, akan kembali tampil sebagai trisula. Sementara Kieran Trippier, bisa mempertahankan posisinya di bek kiri meski ada Ainsley Maitland-Niles. (yb/foto: google)