JAKARTA, banuapost.co.id– Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) masuk dalam tujuh provinsi di Indonesia yang jadi sorotan World Health Organizationsorotan (WHO), sebuah organisasi di PBB yang khsusus menangani masalah kesehatan, akibat penularan Covid-19-nya sangat tinggi.
Karena itu, koordinator kesehatan umum internasional yang bermarkas di Jenewa, Swiss tersebut, menyarankan agar pembatasan ketat tetap dilakukan.
Imbauan organisasi yang didirikan PBB pada 7 April 1948 tersebut, tertuang dalam Situation Report-65 yang dirilis Kamis (29/7). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 28 Juli 2021.
WHO mengungkap kasus mingguan corona di tujuh provinsi, tingkat penularan sangat tinggi terjadi per 100 ribu penduduk.
“Dari 19 hingga 25 Juli, tingkat penularan komunitas tertinggi (CT4) diamati di tujuh provinsi, berbeda dengan enam di minggu sebelumnya; tingkat penularan yang sangat tinggi per 100.000 penduduk dilaporkan di DKI Jakarta (688,6), DI Yogyakarta (362,9), Kalimantan Timur (248,9), Kalimantan Utara (213,3), Kepulauan Riau (208.1), Papua Barat (198,1) dan Kepulauan Bangka Belitung (178,0),” tulis WHO dalam laporannya.
WHO pun menyarankan agar pembatasan tetap dilakukan. Sedang warganya, harus tetap dibiasakan menaati protokol kesehatan yang ketat.
“Upaya menekan penularan melalui pelaksanaan upaya pembatasan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat (PHSM,) perlu dilanjutkan dan dipercepat,” tulis WHO.
“Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari keramaian, tertutup dan pengaturan kontak dekat dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran Covid-19 lebih lanjut,” demikian saran WHO. (yb/foto: ist)