BANJARBARU, banuapost.co.id– Kasus Covid-19 di Kalsel nambah 15 positif baru. Dengan tambahan ini, per Jumat (1/10) totalnya jadi 69.483 orang. 516 pasien di antaranya masih dirawat. Namun uniknya dari tabel yang dirilis di web corona.kalselprov.go.id, tertulis 69.521 kasus.
Lebih uniknya lagi, data kasus harian Kabupaten Tanah Bumbu di hari yang sama ini, justru menghilang. Namun jika dibandingkan se hari sebelumnya, Kamis (30/9), total kasus di Bumi Bersujud tercatat 6.104. Sementara Jumat (1/10), tertulis 6.142. Artinya ada selisih 38 kasus yang entah tercecer atau memang sengaja tak dicantumkan.
Hal serupa juga terjadi pada data harian Kabupaten Tanah Laut kemarin, yang mana ada selisih 43 kasus positif baru di Bumi Tuntung Pandang yang tidak dicantumkan dalam sebaran tersebut.
Dihari yang sama dari data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, ada penambahan sebanyak 114 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 66.644 orang.
Sementara untuk korban meninggal, hari ini bertambah 2 orang. Mereka berasal dari Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Sehingga totalnya menjadi 2.361 korban.
Berikut sebaran ke-15 kasus positif baru (Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan nihil); Banjarmasin dan Kabupaten Banjar: masing-masing 3, Barito Kuala, Tabalong dan Banjarbaru: masing-masing 2, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST): masing-masing 1 orang.
Sedang sebaran ke-114 pasien sembuh (Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan HSS nihil); Banjarbaru: 51, Banjarmasin: 25, Tabalong: 9, Tanah Laut: 7, HSU dan Balangan: masing-masing 5, Kotabaru dan Tanah Bumbu: masing-masing 4, HST: 3, Tapin: 1 orang.

Masih bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)