PELAIHARI, Banuapost.co.id– Warga tiga desa di Kecamatan Kintap yang akan menggelar aksi demo pada Jumat (27/9), akhirnya mengikuti mediasi yang digelar Polres Tala di Mapolsek Kintap.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Kintapura, Kintap Kecil dan Desa Pandansari, pada Rabu (25/9) menyampaikan pemberitahuan ke Polres Tala melalui Satintelkam mengenai rencana aksi ke PT Sinar Alam Plantation PT (SAP) yang satu grup dengan PT Citra Putra Kebun Asri (PT CPKA).
Sebelum aksi berlangsung, Polres Tala melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops), Kompol Abdul Fatah dan Kasat Intelkam, Iptu Kunarso. mencoba memediasi kedua pihak di Aula Mapolsek Kintap yang juga dihadiri Kapolsek Kintap, AKP Ahmad Baysory.
Kabag Ops dalam pembukaannya mengatakan kepada perwakilan warga dan pihak perusahaan keberadaan Polres Tala dalam hal ini berupaya mencarikan solusi bagi kedua belah pihak.
Untuk itu ia meminta pihak warga yang diwakili Syahrun, Bayan dan Ujal, menyampaikan apa saja tuntutan ke pihak perusahaan.
Pada mediasi itu, perwakilan warga menyampaikan permintaannya kepada manajemen agar tidak menurunkan pengamanan dengan pekerja yang dipersenjatai parang, menuntut Plasma di wilayah Desa Pandan Sari, menuntut pengembalian lahan Daerah Aliran Sungai dan mengembalikannya kepada masyarakat.
H Iswandi. perwakilan PT SAP. yang menghadiri acara itu mengatakan pihak perusahaan selalu menjaga sinergisitas dengan pihak terkait dan warga sekitar dan sampai saat ini belum ada surat yang masuk menyangkut tuntutan masyarakat.
Pihak perusahaan menunggu surat dari masyarakat dan akan disampaikan kepada pimpinan.
Syahrun salah seorang perwakilan warga usai mediasi mengatakan, pihaknya menerima hasil mediasi dan akan segera menyampaikan surat kepada perusahaan.
“Kami sudah mengikuti mediasi yang di Polsek Kintap dan segera menindak lanjuti hasil mediasi, salah satunya membuat surat ke perusahaan,” kata Syahrun.
Namun demikian, Syahrun tetap meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak menurunkan pengawas kebun yang bersenjatakan parang, karena membuat resah warga.
Rencananya sesuai dengan laporan yang disampaikan ke Polres Tala, warga Desa Kintapura, Kintap Kecil dan Desa Pandansari, akan menggelar aksi ke Kantor PT SAP di Desa Pandan Sari dengan jumlah massa sekitar 500 orang. (zkl/foto: ist)