PELAIHARI, Banuapost.co.id- Puluhan warga Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala) Minggu (08/12/)m gotong royong menimbun lubang-lubang di ruas jalan Pelaihari – Tanjung Bajuin yang dalam kondisi rusak parah dan belum tersentuh perbaikan.
Aksi ini dilakukan warga Desa Bajuin dengan tujuan agar mereka dapat melintas dengan enak di ruas jalan yang berada di kawasan Desa Bajuin. Ada beberapa titik yang harus ditimbun terutama di ruas jalan antara Kantor Desa Bajuin dengan Kantor Camat Bajuin.
Aksi yang dilakukan warga Desa Tanjung ini mendapat sambutan warga Desa Bajuin, mereka ikut menyumbangkan tenaganya untuk menutup lubang yang ada di ruas jalan yang melintasi desa meraka.
Sedikitnya ada 20 truk campuran tanah dan batu krikil yang digunakan menutupi jalan diu Desa Bajuin. Sedang untuk Desa Tanjung dibutuhkan sekitar 15 truk.
Untuk mendapatkan material timbunan tersebut warga dibantu Kepala Desa Tanjung urunan, sedang eksavator kecil meminjam milik warga setempat.
Suroso. salah seorang warga Desa Tanjung, yang turut gotong royong, membenarkan mereka urunan untuk membeli matrial timbunan, dan dudukung oleh Kades Tanjung, Sukandar.
Menurut Suroso, hal ini terpaksa mereka lakukan karena jalan sekitar 18 kilometer dari Tanjung ke Pelaihari itu merupakan akses satu-satunya mereka menuju kota Pelaihari, kalau menggunakan jalan lain, seperti melalui Desa Tebing Siring selisih jaraknya cukup jauh, lebih dari 15 kilometer.
“Jalan ini akses kami satu-satunya untuk membawa hasil perkebunan ke luar desa,” kata Suroso.
Darno, warga Desa Bajuin, yang ikut gotong royong menimbun jalan berlubang mengatakan, kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Bajuin sudah lama rusak, kalau pun ada perbaikan paling-paling tambal sulam.
“Sudah lama jalan ini rusak, kalau hujan turun beberapa titik seperti sawah, becek dan berlumpur,” kata Darno.
Sementara, Bernie, warga Desa Tanjung, mengaku senang dengan adanya penimbunan lubang-lubang di jalan. Sebelumnya menurut Bernie, ia harus ekstra hati-hati jika melintas membawa buah sawit untuk dijual ke luar desa.
“Bagus, sekarang saya tidak khawatir lagi, lubang-lubang sudah ditimbun,” kata Bernie.
Jalan kabupaten yang menghubungkan Kota Pelaihari dengan Desa Tanjung dan Bajuin panjangnya sekitar 18 km, tiga kilometer di antaranya dalam kondisi rusak. Warga berharap jalan segera diperbaiki, mengingat ruas jalan Pelaihari – Desa Tanjung juga dapat dilintasi untuk menuju Kabupaten Banjar. (zkl/foto:zul)