PELAIHARI, Banuapost.co.id- Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Pelaihari. Kamis (5/2/2026), melakukan panen terong unggu tahap kedua, dengan hasil panen mencapai 335 kilogram. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan panen pertama yang hanya 100 kilogram.
Peningkatan hasil ini menjadi bukti pembinaan kemandirian bidang pertanian tidak berhenti pada rutinitas, tetapi berjalan lewat proses yang konsisten. Sejak fase perawatan, kegiatan dilakukan bertahap—mulai dari penyiraman terukur, penyiangan gulma, pemupukan, hingga pemantauan tanaman agar tetap sehat dan produktif.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Fahrurrazi, menilai, panen ini bukan sekadar angka, melainkan dampak pembinaan yang nyata.
“Panen kedua ini menunjukkan warga binaan mampu belajar disiplin dan bertanggung jawab. Yang kita kejar bukan hanya hasil panen, tapi keterampilan dan kebiasaan kerja yang bisa mereka bawa saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pegawai pembina bidang pertanian dan perkebunan, Joko Sutrisno, menekankan pentingnya perawatan yang rapi agar hasil terus meningkat.
“Kuncinya ada di perawatan harian yang tidak boleh putus. Kami dampingi dari cara merawat sampai cara panen yang baik, supaya hasilnya stabil dan kualitasnya terjaga,” jelasnya.
Hasil panen terong ungu ini rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus menjadi bagian dari upaya Rutan Pelaihari mendorong kegiatan produktif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. (zkl/foto: ist)