PELAIHARI, Banuapost.co.id- Tim Safety Driving Center (SDC) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan, Senin (2/2/2026) menyambangi Polres Tanah Laut, dengan acara digelar di Halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari dan diakhir touring ke Pantai Batakan Baru.
Rombongan Tim SDC Ditlantas Polda Kalsel ini dipimpin Direktur Lalulintas (Dirlantas), Kombes Pol Muhammad Fahri Siregar. Rombongan yang menggunakan motor gede (moge) itu disambut Kasatlantas Polres Tala, Iptu Adhitya Rizky Ridhotomo dan Kepala Satpol PP dan Damkar Tala, Danoe Sulaiman.
Di halaman Stadion Pertasi Kencana ini Tim SDC memberikan teori dan praktik tentang Safety Riding dan Safety Driving kepada anggota Satpol PP dan Damkar Tala, Anggota Dishub Tala, komunitas ojek online (Ojol) Tanah Laut dan para sopir ambulans.
Tim SDC Ditlantas Polda Kalsel memberikan edukasi mengenai bagian penting kendaraan bermotor, khususnya mobil. Peserta juga diberikan pengetahuan bagaimana cara kerja radiator, bagaimana posisi yang baik saat mengemudi mobil, termasuk posisi pegangan tangan pada setir.
Tim SDC juga memberikan contoh bagaimana mendirikan motor besar dengan benar, karena mendirikan motor besar yang roboh, salah cara mendirikan dapat membuat cidera. Satu demi satu peserta dapat mendirikan moge yang roboh menggunakan teknik yang ditunjukkan instruktur.
Setelah mendapatan teori dan praktik para peserta disuguhkan kelincahan Polwan mengendarai Moge.
Dalam wawancara doorstop, Kombes Pol M Fahri Siregar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas dalam rangka Operasi Keselamatan Intan 2026, yang dilaksanakan mulai sekarang hingga 15 Februari 2026.
“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan masyarakat di Kabupaten Tanahlaut memahami tata cara berkendara yang benar serta etika berlalu lintas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tim Safety Driving Center (SDC) Polda Kalsel sengaja diturunkan ke Tala untuk melatih para peserta, sekaligus mengampanyekan keberadaan SDC Ditlantas Polda Kalsel.
Selain kegiatan edukasi, agenda Dirlantas ke Tala juga mencakup survei jalur mudik dan balik Lebaran, khususnya jalan-jalan utama yang akan digunakan masyarakat.
“Kami mengecek kesiapan jalur lintasan utama serta manajemen arus lalu lintas di kawasan objek wisata seperti Batakan dan Takisung, terutama saat terjadi kepadatan di hari libur,” ungkapnya.
Lebih lanjut Fahri mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanah laut masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025 tercatat 103 kasus kecelakaan, dengan 54 korban meninggal dunia.
“Ini merupakan angka kecelakaan tertinggi di Kalimantan Selatan. Karena itu, edukasi dan peningkatan kompetensi berkendara seperti ini menjadi sangat penting,” pungkasnya. (zkl/foto: ist)