PELAIHARI, Banuapost.co.id- Tanam padi Serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) berlangsung di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Penanaman padi di bekas lahan tidur itu melibatkan 11 drone, Kamis (9/4/2026).
Penanaman serentak di 17 provinsi itu untuk di Kalsel dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, didampingi Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, H Syamsir Rahman.
Pemanfaatan lahan tidur sebagai bagian CSR menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui langkah inovatif. Salah satunya dengan melaksanakan tanam padi serentak di lahan bondong yang berada di Kecamatan Panyipatan tersebut.
Proses tanam kali ini memanfaatkan teknologi modern berupa drone. Penggunaan drone dinilai mampu mempercepat proses tanam sekaligus meningkatkan efisiensi di lapangan, terutama pada kondisi lahan yang sulit dijangkau secara manual.
Mencetak sawah dilahan terlantar cukup lama ini merupakan tantangan tersendiri, karena di lokasi tersebut saat musim hujan airnya tinggi, sedangkan pada musim kemarau tanahnya retak-retak dengan cepat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan hortikultura dan Perkebunan Tala, Faried Widiatmoko, dalam pemaparannya kepada Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan, lahan CSR tersebar di sembilan Kecamatan di Tala, yang baru terealisasi ada di tujuh kecamatan, sedangkan untuk Kecamatan Bumi Makmur dan Pelaihari tertunda akibat air tinggi di lahan yang direncanakan.
Menurut Faried Widiatmoko, saat ini pelaksanaan tanam padi serentak berlangsung di lahan CSR Panyipatan 2 dengan luasan mencapai 273 hektare, namun yang siap ditanami hanya 73 hektare, sisanya menyusul di akhir April.
“Seharusnya ada 273 hektare yang akan ditanami serentak, namun terkendala air yang masih tinggi,” kata Faried Widiatmoko.
Sementara itu, Idha Widi Arsanti yang hadir menggantikan Wakil Menteri Pertanian, mengatakan, sampai saat ini cetak sawah rakyat di Indonesia sudah mencapai 54 ribu hektare, dan saat ini yang sudah akan ditanami sekitar 50 persen.
Menurut Kepala BPPSDMP dengan banyaknya cetak sawah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama untuk mempersiapkan sumber daya manusia di bidang pertanian.
“Tentu saja ketika cetak sawah makin banyak, kita semua harus bergerak mempersiapkan SDM pertanian,” kata Kepala BPPSDMP usai menyaksikan penamanam menggunakan drone.
Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli yang mendapamingi kunjungan Kepala BPPSDMP Kementan RI itu mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi yang mempercayakan CSR sekaligus salah satu lokasi Acara Tanam Serentak Tahun 2026.
“Ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan,” kata Wabub.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pemanfaatan teknologi modern, menurut Wabub Pemkab Tanah Laut optimistis mampu menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. (zkl/foto: ist)