PELAIHARI, banuapost.co.id – Sesosok bayi yang masih berlumuran darah ditemukan pencari ikan di dasar Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabanio, bayi berjenis kelamin perempuan yang masih hidup itu ditemukan dalam tas belanja warna putih, Sabtu (11/7).
Penemuan bayi sekitar pukul 06.30 Wita membuat geger warga RT 11 Kelurahan Angsau, setelah Sutardi, pencari ikan memberitahukan warga dirinya telah menemukan bayi di tepi sungai DAS Tabanio yang saat ini mengalami pendangkalan akibat kemarau.
Menurut Sutardi, bayi tersebut ditemukannya setelah ia mendengar suara tangisan dari sisi sungai, kemudian ia mencoba mendekati arah suara, dan ternyata berasal dari dalam tas belanja warna putih yang tergeletak di dasar sungai yang dangkal.
“Saya langsung membuka apa isi tas putih yang berlumuran darah itu, ternyata sesosok bayi yang masih hidup,” ujar Sutardi.
Pada saat ia meminta pertolongan warga, seorang anggota Kodim 1009 TLA dari Pos Ramil Batu Ampar, Serka Gianto melintas untuk menuju kawasan Desa Panggung Baru, penasaran dengan kerumunan warga ia mampir dan mendapat informasi adanya penemuan bayi.
Tanpa pikir panjang, ia mengajak warga setempat untuk mendatangi lokasi, setelah memastikan bayi masih hidup ia segera mengevakuasinya.
“Begitu dapat informasi adanya penemuan bayi, saya langsung menuju lokasi bersama warga setempat dan mengevakuasinya,” kata Serka Gianto.
Sebelum dievakuasi ke RS Borneo Citra Medika (RSBCM) bayi tersebut sempat dibersihkan warga sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan warga sekitar bayi tersebut tergeletak di dasar sungai tanpa ada jejak kaki di sekitarnya, diduga bayi tersebut dilempar dari atas jembatan. Selain ada bercak darah di aspal jembatan, terlihat juga bekas darah di pipa yang ada di samping jembatan.
Kasus penemuan bayi ini sudah ditangani jajaran Polres Tala, petugas juga sudah meninjau lokasi penemuan dan membawa barang bukti berupa tas putih tempat bayi di buang. Sementara bayi malang itu masih menjalani perawatan di RSBCM Pelaihari. (zkl/foto: ist)