PELAIHARI, banuapost.co.id – Untuk fondasi utama penerapan program wajib belajar 13 tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut (Tala) memprioritaskan sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesian Hebat pada jenjang pendidikan usia dini, Kamis (4/6).
Langkah taktis ini diambil karena masa emas anak usia dini dinilai sebagai waktu paling krusial untuk membentuk karakter manajerial dan kepribadian sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sosialisasi yang digelar di Aula Disdikbud Kabupaten Tanah Laut ini menyasar para kepala sekolah PAUD dari 11 kecamatan agar materi program dapat ditransformasikan secara masif kepada para guru di satuan unit masing-masing.
Kepala Disdikbud Tala, Myrza Fazrina, menjelaskan meski program nasional 7 KASIH ini menyasar siswa hingga tingkat SMA, eksekusi awal harus diperkuat pada tingkat dasar prasekolah.
“Sebenarnya Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini sampai dengan jenjang SMA. Tapi karena fondasi utama seorang anak itu adalah di fondasi emasnya di PAUD, jadi kita utamakan dulu adalah jenjang PAUD. Nah, kenapa jadi kepala sekolahnya yang kita sosialisasikan? Artinya, merekalah yang manajerial di sekolahnya, dan itu mereka akan membiaskan nanti kepada guru-gurunya,” tutur Myrza Fazrina.
Sebagai langkah nyata pasca-sosialisasi, Disdikbud Tanah Laut telah menyiapkan implementasi dari lima proyek strategis yang sebelumnya telah diluncurkan bersama Bunda PAUD Tanah Laut.
Program penunjang tersebut dirancang untuk mengawal langsung dampak sosialisasi hingga ke tingkat sekolah, desa, dan keluarga sepanjang tahun anggaran 2026.
“Bunda PAUD sudah memberikan atau me-launching lima proyek strategis beliau. Jadi ada salah satunya Bunda Bakisah, nanti insyaallah Bunda PAUD dalam rangka melaksanakan kegiatan itu akan memberikan atau mendongeng di PAUD-PAUD pilihan beliau,” ungkap Myrza.
Lima program strategis yang menjadi pilar utama pergerakan tersebut selain Bunda Bakisah, ada juga Agroteen (Generasi Baru Petani Masa Depan), sebuah inovasi pengenalan dunia pertanian dan agroindustri sejak usia dini guna mencetak generasi penerus yang mencintai potensi lokal. Kemudian Melati Desa, gerakan masif untuk membangun dan memperluas layanan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri hingga ke tingkat desa.
“Ideal PAUD, perwujudan kesetaraan pendidikan melalui penyediaan layanan inklusi yang ramah bagi anak-anak PAUD berkebutuhan khusus. Serta, program Pelita, wadah penguatan kolaborasi serta sinergi yang erat antara orang tua dan siswa PAUD demi pemantauan tumbuh kembang anak secara maksimal,” papar Myrza.
Melalui sinergi antara kebijakan manajerial kepala sekolah, pelaksanaan lima program strategis ini, serta keterlibatan aktif orang tua, Disdikbud Tanah Laut optimistis mutu karakter dan kesiapan akademis generasi muda di Kabupaten Tanah Laut dapat meningkat secara signifikan menuju Indonesia Emas. (zkl/foto: ist)