PELAIHARI, banuapost.co.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanah Laut (Tala), Hj. Dian Rahmat Trianto, mengajak warga untuk “tutup pabrik” (stop melahirkan) demi masa depan keluarga. Hal ini disampaikannya saat menghadiri layanan Keluarga Berencana (KB) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (27/4).
Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Tim Pembina Posyandu Tala, DP3AP2KB Tala, dan pihak rumah sakit ini menghadirkan layanan Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) sebagai upaya nyata menekan angka kelahiran serta mencegah stunting.
“Alhamdulillah hari ini ada peserta. Ini memang tindakan operasi kecil dan dilakukan secara sadar oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang merasa jumlah anaknya sudah cukup,” ujarnya.
Dian menekankan paradigma lama “banyak anak banyak rezeki” kini telah bergeser. Menurutnya, kondisi saat ini menuntut kesiapan lebih besar, baik dari sisi mental maupun finansial.
“Sekarang banyak anak berarti banyak kebutuhan, banyak biaya, dan banyak tanggung jawab. Tantangannya juga jauh lebih besar,” jelasnya.
Dirinya juga mengajak pasangan usia subur yang telah memiliki anak lebih dari cukup untuk mempertimbangkan langkah permanen dalam KB. Ia menyebut keputusan tersebut, khususnya bagi pria yang menjalani vasektomi, merupakan langkah besar yang patut diapresiasi.
“Ini bukan akhir kehidupan, tapi justru langkah bijak untuk masa depan keluarga. Bagi yang sudah cukup, saatnya ‘tutup pabrik’,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti program KB, termasuk MOW dan MOP, merupakan bagian dari strategi pencegahan stunting. Namun, ia juga mengingatkan pilihan metode kontrasepsi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
“Setiap orang berbeda. Ada yang mudah hamil, ada yang tidak. Jadi penting memahami kondisi fisik dan risiko, terutama bagi ibu di usia mendekati 40 tahun,” tambahnya.
Dian turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap layanan serupa dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa melalui Posyandu.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 20 peserta MOW dan 2 peserta MOP, dengan pelaksanaan berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses layanan KB yang aman dan tepat,” pungkasnya.
Selain dihadiri Ketua TP Posyandu, pelayanan KB di RSUD Hadji Boejasin ini juga dihadiri Ketua GOW Tala, Hj Wiwie Zazuli, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tala Maria Ulfah dan Direktur RSUD Hadji Boedjasin, dokter Budi Ruhiyat. (zkl/foto: ist)