PELAIHARI, banuapost.co.id – Komitmen terhadap gerakan ramah lingkungan atau Go Green terus digaungkan secara global guna menekan kerusakan alam, pemanasan global, dan polusi. Di Kabupaten Tanah Laut (Tala), upaya tersebut juga menjadi perhatian serius, termasuk kalangan legislatif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tala menegaskan dukungannya terhadap berbagai langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah maupun dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu implementasi nyata datang dari sektor industri pertambangan. PT LAZ Coal Mandiri (LCM), kontraktor tambang batu bara PT Arutmin Indonesia Site Kintap, mulai menerapkan penggunaan armada ramah lingkungan berupa dump truck (DT) berteknologi hybrid.
Sejak Februari 2026, perusahaan tersebut telah melakukan uji coba satu unit armada hybrid jenis Tonly DTH145. Teknologi hybrid menggabungkan dua sistem penggerak, yakni mesin berbahan bakar dan motor listrik yang didukung baterai, sehingga lebih efisien dan rendah emisi.
Departemen Head Training Operation Development PT LCM, Alif Mustofa, menjelaskan bahwa selama masa uji coba dari 27 Februari hingga 7 April 2026, armada tersebut menunjukkan kinerja yang signifikan.
“Dari sisi emisi gas buang, jauh lebih rendah dibandingkan armada konvensional seperti Terex TR100A. Selain itu, konsumsi bahan bakarnya juga lebih efisien,” ujarnya.
Ia memaparkan, konsumsi bahan bakar armada hybrid rata-rata hanya 23,3 liter per jam, sedangkan armada konvensional mencapai 61,9 liter per jam. Dengan harga solar Rp 25.355 per liter, biaya bahan bakar unit hybrid sekitar Rp 590 ribu per jam, jauh lebih rendah dibandingkan armada konvensional yang mencapai Rp 1,5 juta per jam.
Efisiensi tersebut mencapai 62,3 persen atau penghematan sekitar 36,6 liter per jam.
Selain efisiensi, armada hybrid juga memiliki kapasitas angkut yang optimal, yakni 95 ton untuk over burden (OB) dan 50 ton untuk batu bara. (zkl/foto: ist)