BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Sejak Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H, kebutuhan gula kristal putih
cenderung meningkat berkisar 10-15 persen. Namun tidak mempengaruhi stok yang
diperkirakan masih aman hingga sekitar 15 hari sejak lebaran.
Hal ini dikatakan Ketua Persatuan Asosiasi Gula Bersatu Kalsel,
H Aftahuddin di sela open house di kediamannya, Jumat (7/6).
Menurutnya, sejak menjelang Ramadhan harga gula mengalami
kenaikan. Dari semula Rp 11.000 – 12.000, menjadi Rp 12.400 per kg. Bahkan di
eceran, sempat tembus Rp 13.000 per kg. Penyebabnya, pemerintah ingin menaikan Harga Patokan
Petani (HPP) gula kristal putih di tingkat petani tebu.
“Tahun ini harga gula lebih tinggi dibanding Ramadan
dan Lebaran tahun lalu. Padahal saat-saat seperti ini, gula sangat dibutuhkan
oleh masyarakat maupun pelaku usaha kue musiman,” kata Aftahuddin
didampingi istrinya, Hj Nelawati, kepada wartawan.
Terkait stoknya sendiri, Aftahuddin mengaku di tingkat
distributor saat ini masih di kisaran 4.000 ton. Jumlah tersebut sangat cukup
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari ke depan.
“Stok tersebut adalah stok berjalan. Artinya, terus
kita tambah dari Jakarta dan Jawa Timur melalui jalur laut. Kalau stok boleh
dibilang mencukupi, namun untuk harga memang sulit kita tekan,” katanya. (emy/foto: iman)
