BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Jumlah pemudik menggunakan angkutan darat jarak pendek di Terminal Tipe B
Kilometer 6 atau Pal 6, Banjarmasin, tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun
lalu.
Penyebabnya diduga banyak faktor. Pertama, pemudik banyak
yang memilih menggunakan kendaran. Dugaan berikutnya, masih beroperasinya taksi
liar dan terminal bayangan yang menyebabkan penumpang di Pal 6 berkurang.
Penurunan jumlah penumpang dialami angkutan darat jarak
dekat, seperti angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang melayani rute
Banjarmasin ke beberapa kabupaten/kota di Kalsel.
Serta angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang
rutenya terbilang pendek dari Banjarmasin, seperti bus mini tujuan Kapuas,
Kalimantan Tengah.
Menurut petugas loket penjualan tiket bus mini tujuan
Kapuas di Terminal Pal 6, Zainal, di arus mudik tahun ini armada tujuan Kota
Air tersebut per harinya hanya sekitar 12 – 15 unit.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya lebih banyak. Bisa
sampai 20 unit yang berangkat per harinya,” kata Zainal, Minggu (9/6).
Sedang di arus balik, hingga H + 4 lebaran yang
diperkirakan sebagai puncak kembalinya pemudik, untuk armada Banjarmasin –
Kapuas yang berangkat per harinya sekitar 8 – 10 unit. Jumlah ini juga
berkurang dibanding tahun sebelumnya.
Padahal untuk tarif, menurut Zainal, tahun ini tidak ada
kenaikan dibanding hari biasa, yakni Rp 25.000 per orang.
Berkurangnya jumlah penumpang ini, menurut Rijani,
seorang sopir bus mini Banjarmasin – Kapuas, akibat masih banyaknya taksi liar
yang beroperasi.
“Kalau dulu kita bisa dua kali pulang pergi setiap
hari. Kalau sekarang susah bisa dua kali sehari untuk pulang pergi, karena
penumpang sudah tidak banyak,” kata
Rijani.
Kasi UPTD Terminal Tipe B Banjarmasin, Ahmad Husaini,
tidak menampik dugaan masih adanya taksi liar tersebut.
“Selain itu penyebab lainnya, karena adanya terminal
bayangang. Jadi banyak penumpang turun naik di luar terminal resmi. Atau para
penumpang itu, tinggal di tepi jalan perlintasan angkutan,” kata Husaini.
Meski ada yang mengalami penurunan, menurut Husaini, ada
pula angkutan dengan rute tertentu yang mengalami peningkatan. Khususnya AKAP
yang tiket pesawat kota tujuannya mengalami lonjakan harga, seperti Balikpapan,
Samarinda dan juga Palangka Raya.
“Prediksi kami dibanding tahun lalu untuk arus mudik
dan balik kali ini, peningkatan jumlah penumpang AKAP mencapai 76,95 persen.
Salah satu penyebabnya, tiket pesawat yang mahal,” kata Husaini.
Puncak arus balik di terminal Pal 6, diprediksi terjadi
hari ini. Prediksi ini bersamaan dengan berakhirnya masa libur atau cuti
bersama libur lebaran para karyawan dan ASN di lingkungan pemerintahan. (emy/foto: deny yunus)
