PELAIHARI, banuapost.co.id–
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH)
Kabupaten Tanah Laut (Tala), memiliki bank sampah yang digunakan untuk
mengumpulkan sampah yang sudah dipilah.
Menurut H Sofian Rifani, Kabid Penataan Peningkatan
Kapasitas Lingkungan Hidup, bank sampah ini menggunakan sistem perbankan. Bagi
penyetor sampah, baik dari masyarakat secara perorangan, sekolah dan desa, akan
dberikan buku tabungan bank sampah.
“Setiap mereka menyetorkan sampah akan ditimbang sesuai
dengan jenis sampah, dimasukkan total berat dan harganya ke dalam buku
tabungan. Nantinya tabungan tersebut bisa diuangkan per enam bulan atau setahun
sekali,” jelasnya, Senin (17/6).
Untuk jenis sampah yang sudah dipilah dan bisa diuangkan,
mulai dari kertas, kardus, botol dan gelas plastik, plastik isi ulang sabun
cair, minyak goreng, hingga bungkus plastik deterjen. Harga per kilogramnya pun
beragam, tergantung jenis sampah, mulai dari Rp 600,- hingga Rp 1.200,-.
“Kami sudah memiliki 25 orang nasabah, mulai dari
sekolah, desa dan masyarakat. Ini bisa jadi tabungan untuk berhari raya atau
uang sekolah anak, semua dihasilkan hanya dari sampah,” ujar Sofian. (zkl/foto: ist)
