PELAIHARI, banuapost.co.id– Belum juga sepekan wanti-wanti
Bupati Tanah Laut, H Sukamta, agar masyarakat di kabupaten tersebut tidak
menangkap ikan dengan mengunakan racun atau dipotas dan distrum, ternyata masih
ada oknum warga yang melakukan perbuatan tidak bertanggungjawab itu.
Padahal akibat perbuatan tersebut, bibit ikam akan
ikut mati. Sementara dampak besarnya, nelayan akan semakin kesulitan untuk
mendapatkan salah satu sumber protein itu.
”Kita sebagai warga Tala,
tidak boleh melakukan illegal fishing. Kita harus menangkap ikan dengan
semestinya, agar keberadaan ikan tetap lestari sampai anak cucu kita
nanti,” pungkas bupati pada acara Lomba Maunjun Bersama Bupati, Jumat (28/6).
Namun kenyataannya, hanya
dua hari setelah orang nomor satu di Pemkab Tala itu mengingatkan, warga Desa
Panjaratan justru heboh karena undang di sungai mereka timbul dengan kondisi
mabuk akibat kena racun.
Warga
yang tinggal di bantaran Sungai Panjaratan mengaku tidak tahu persis penyebab
udang-udang tersebut seperti tidak sadar dan mudah ditangkap.
Herannya
lagi, berbagai jenis ikan yang masih bertahan di Sungai Panjaratan, seperti baung,
kakap putih dan jenis-jenis ikan air payau lainnya, tidak terpengaruh.
Warga
hanya mendapatkan udang baik yang kecil maupun yang besar bermunculan di
pinggir sungai, dan hal ini sering terjadi di Sungai Panjaratan. Bahkan dalam
satu pekan ini, sudah dua kali terjadi udang mabuk.
Zainal
salah seorang warga RT 6 Desa Panjaratan, mengaku baru tahu kalau udang di
sungai sedang keracunan setelah melihat warga banyak berkumpul di pinggir
sungai.
“Sebenarnya
saya inging juga mengambil udang-udang tersebut untuk dijadikan umpan, tapi
rupanya sudah terlambat. Udangnya sudah banyak diambil warga,” kata Zainal yang
menemukan hanya beberapa udang kecil yang masih linglung di pinggir sungai.
“Sering
kejadian seperti di sungai yang melintas di desa kami. Tapi kami tidak tahu apa
penyebab udang-udang itu seperti tidak sadarkan diri,” tambah Zainal.
Zainal
memastikan kalau seandainya ada yang meracun udang dengan sengaja, bukanlah
warga setempat. Diduga ada oknum pencari ikan yang berada di hulu kawasan Desa Panjaratan
yang melakukannya.
Adrian warga RT 1 Desa Panjaratan membenarkan sekitar pukul 17:30
Wita sampai menjelang Isya, warga banyak yang masih mengambil udang di pinggir
sungai di sekitar kawasan RT 1.
“Semoga pihak terkait dapat segera mengatasinya, sehingga ikan
yang ada di Sungai Panjaratan tidak cepat punah,” kata Adrian usai mencoba
menangkap satu ekor udang kecil.
Seperti diketahui Desa Panjaratan salah satu desa penyuplai
udang dan ikan baung di Kabupaten Tanah Laut, namun itu belasan tahun
lalu. Saat ini warga mulai kesulitan mendapatkan udang dan ikan baung tersebut.
(zkl/foto:
zul yunus)
