PELAIHARI, banuapost.co.id– Antrean warga yang ingin berobat ditemukan Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman, ketika melakukan sidak di dua puskesmas, Senin (1/7) pagi.
Puskesmas yang disidak, masing-masing Puskesmas Pelaihari dan Puskesmas Tirtajaya. Sementara antrean, akibat petugas medisnya sebagian belum ada di tempat.
Di Puskesmas Pelaihari sekitar pukul 07:30 WITA, sebelum menyapa warga yang ingin berobat atau mencek kesehatan, wabup langsung mengecek daftar hadir para pegawai di ruang Tata Usaha.
“Tadi saya lihat ada beberapa petugas paramedis atau
dokter yang belum ada tandatangannya di daftar absen. Padahal pasien sudah
banyak yang mengantri,” ujarnya.
Usai melakukan pengecekan daftar hadir, wabup didampingi Kepala
Puskesmas Pelaihari, H Muhroji, memeriksa satu per satu ruangan yang ada,
Abdi mengaku menyayangkan karena ada beberapa ruangan
yang agak berantakkan.
Di puskesmas ini, Wabup Abdi Rahman juga mengaku mendapat
keluhan dari dokter internship mengenai kelengkapan obat. Mau meresepkan, tapi
obatnya tidak ada.
Sementara Kepala Puskesmas Pelaihari, H Muhroji
mengatakan, bangunan puskesmas belum memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan No
75. Namun demikian, itu tidak menjadi alasan bagi pihaknya untuk memberikan
pelayanan yang terbaik.
“kita selama ini memaksimalkan keterbatasan yang ada.
Saat ini Puskesmas Pelaihari melayani sekitar 40 ribu penduduk di Kecamatan
Pelaihari. Sementara kami memiliki petugas sekitar 78 orang,” jelasnya.
Usai melakukan sidak ke Puskesmas Pelaihari, Wabup Tala
Abdi Rahman melanjutkan sidak ke Puskesmas Tirtajaya. Wabup juga langsung
melakukan pengecekan setiap ruangan dan daftar absen petugas puskesmasnya.
Di puskesmas ini, wabup meminta kepada Kepala Puskesmas agar
setiap pukul 07:30 Wita mengirimkan foto daftar absen kepada ajudannya.
“Kehadiran ini sangat penting. Jika seorang petugas
tidak absen atau lupa absen, berarti dia juga lupa bekerja,” ujar Abdi. (zkl/foto: ist)
