BANJARBARU, banuapost.co.id–
Pengurus Daerah Pelestarian Perkutut
Seluruh Indonesia (P3SI) Kota Banjarbaru,
menggelar konkurs seni suara alam perkutut Regional Kalimantan 2019.
Lomba yang diikuti 170 ekor perkutut, digelar di Lapangan HRVRT Banjarbaru,
Minggu (4/8).
Ratusan perkutut berlomba di tiga kategori. 42 ekor di
kategori dewasa senior di atas umur satu tahun. Kemudian 42 ekor lagi berlaga
di kategori dewasa junior umur di atas lima bulan hingga satu tahun. Serta 80
ekor di kategori piyek hanging umur 3-5 bulan.
Meski Regional Kalimantan, namun ada pula peserta yang datang
dari luar. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Menurut Ketua Penyelenggara, Nurhalis Majid, untuk
kategori dewasa senior dan junior, masing-masing akan dipilih 10 juara
berdasarkan nilai tertinggi. Sedang kategori piyek hanging, dicari 15 juara.
Masing-masing kategori lomba di bagi dalam tiga babak.
Penilaian perkutut yang dilombakan dilakukan sembilan juri, dua di antaranya
merupakan juri nasional berlisensi.
Penilaian seni suara perkutut ini berdasarkan lima
kriteria yang mengacu kepada regulasi nasional. Suara depan, tengah, ujung,
irama, serta dasar.
Dari nilai setiap babak yang dilakukan, selanjutnya
dirumuskan oleh dua perumus untuk menentukan rangking juara.
“Untuk para juara, panitia menyediakan hadiah berupa
tropi. Sedang untuk peserta, mendapat door prize berdasarkan nomor
peserta,” kata Nurhalis.
Dalam penyelenggaraan lomba ini, Pengda P3SI Banjarbaru
didukung sejumlah tokoh pengusaha penggemar perkutut. Seperti HM Zaini Mahdi
atau biasa disapa Haji Ijai, HM Hatta atau Haji Ciut, H Rihan Vahriza dari
HRVRT – BGM Grup Binuang, serta beberapa tokoh lainnya.
Salah satu dukungan dari para tokoh tersebut, penyediaan
tempat diselenggarakannya lomba ini. Yakni Lapangan HRVRT di Banjarbaru.
“Dukungan kami ini merupakan awal. Karena harapannya
ke depan, kita bisa menggelar even yang lebih besar dan berskala nasional.
Yakni Liga Perkutut Indonesia (LPI) 2020,” ujar H Ahmad Firdaus, perwakilan
dari HRVRT – BGM Grup. (emy/foto: deny
yunus)
