BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Salah satu korban dalam musibah amuk api di Gg Musyarawah, Jl Sulawesi,
Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, Ahad (15/9), akhirnya tak bertahan.
Zaenab (20), pelajar kelas 12 PGRI 1 Banjarmasin itu,
menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam perawatan intensif tim medis RS M Ansari
Saleh, Senin (16/9) malam.
Remaja putri itu, selain kehilangan tempat berteduh bagi
keluarganya, juga menderita luka bakar hebat di badan hingga 75 persen.
Menurut Bachruddin, ayah korban, sebelum naas menimpa, putrnya
itu baru selesai mandi, mengingat hari memang sudah petang.
“Korban sempat naik ke lantai dua rumah. Namun saat mengatahui ada kebakaran, korban mencoba turun
untuk menyelamatkan diri,” ujar Bachruddin yang ditemui, Selasa (17/9) sore.
Saat turun dari lantai dua rumah itulah, lanjut
Bachruddin, naas dialami. Kobaran api yang datang dari bawah, merambat ke atas.
“Sehingga ikut menyambar korban yang tengah berusaha
turun menyelamatkan diri,” ucap Bachruddin terdengar terbata.
Padahal sebelumnya, aku Bachruddin, baik dirinya maupun keluarganya
yang lain, sama sekali tidak memiliki firasat apa pun akan mendapat musibah
berat ini.
Karena itu, kejadian yang dialami menyisakan duka
mendalam. Selain rumah luluhlantak akibat amuk api itu, putri tercinta pun ikut
turut pula jadi korban.
Korban sendiri telah disemayankan di alkah keluarga,
Makam Turbah, Jl Masjid Jami, Banjarmasin Utara, Selasa (17/9), seusai Salat
Azhar. (yar/foto: ayai)
