JAKARTA,
banuapost.co.id– Pengusaha sukses asal
Batulicin, Kalsel, Mardani H Maming, nakhodai Badan Pengurus Pusat (BPP)
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019 – 2022.
CO PT
Batulicin 69 dan PT Maming 69 itu, memgungguli salah satu rival terberatnya,
Ajib Hamdani, masing-masing dengan 146 suara dan 6.
Terpilihnya
Mardani H Maming merupakan hasil Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI ke-XVI yang
digelar selama dua hari, 16 – 17 September di Hotel The Sultan, Jakarta.
Menariknya, keputusan itu bertepatan dengan momen ulang tahunnya ke-38, 17 September 2019.
Sebelumnya, ada tiga kandidat
yang ikut mencalonkan sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) di Munas HIPMI ini. Bagas
Adhadirgha, Ajib Hamdani, dan Mardani H Maming (MHM).
Dinamika munas cukup alot.
Caketum Bagas Adhadirgha pada Pleno ke empat, tiba-tiba mengundurkan diri.
Bahkan menyatakan dukungannya kepada
Caktum MHM. Calon pun mengerucut menjadi dua, Ajib Hamdani dan MHM.
Lewat penyampaian terbuka, 33
BPD menyatakan dukungannya kepada MHM. Sementara Ajib Hamdani didukung satu
BPD. Berpijak kepada pasal 11 ayat 2 tentang aturan pemilihan ketua, pimpinan
sidang memutuskan MHM terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI.
Keputusan pimpinan sidang
diprotes sebagian pihak yang menginginkan dilakukan voting secara langsung peserta
penuh yang memiliki hak suara. Akibatnya, tensi munas semakin memanas. Hingga
pleno sempat di skors.
Selajutnya, rapat Ketum BPD
terbatas menyepakati dilakukan voting dan menganulir keputusan pimpinan sidang
yang terlanjur mengetuk palu, MHM sebagai Ketua Umum terpilih.
Voting dilakukan. pemilik 54
perusahaan yang bergerak di berbagai bidang itu, mendapat 146 suara dan Ajib
Hamdani mendapat 6 suara.
“Kita akan memajukan HIPMI
sebagai candradimuka pengusaha yang tangguh. Inovatif dan berdaya saing di era
revolusi industri 4.0. Kita pastikan, kader HIPMI terus melahirkan pengusaha
baru. Sehingga lapangan pekerjaan akan terus meningkat,” ujar Mardani H. Maming
dalam sambutannya, seperti dilansir Antara Rabu (18/9) pagi.
Ke depan, lanjut Mardani, HIPMI
dan pemerintah harus menjadi mitra strategis. Para pengusaha muda, baik di kota
maupun di daerah, mendapat kemudahan akses modal dalam mengembangkan usaha.
“Perlu ada kemitraan yang
strategis antara HIPMI dengan pemerintah pusat dan daerah. Ke depan, pemerintah
harus lebih peduli dengan para pengusaha muda. Misalnya dengan proyek
penunjukkan langsung. Dengan begitu, para pengusaha daerah mendapatkan
kesempatan untuk berkembang,” tandasnya.
Mardani
memang sejak awal pencalonanya, tiap kali kunjungan ke daerah, bertekad untuk
mendorong perekonomian daerah sebagai penggerak perekonomian nasional.
Selain
itu, Mardani juga berupaya mempersiapkan para generasi baru untuk menjadi
pengusaha ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, jumlah konglomerat
baru akan lahir di HIPMI. (*/yb/foto:
ist)
