PELAIHARI, banuapost.co.id–
Tidak ada rotan akar pun berguna. Itu merupakan ungkapan yang artinya kurang
lebih berbunyi jika tidak ada yang baik, maka yang buruk pun berguna.
Tapi tidak bagi para penjelajah hutan yang kehausan. Mereka tidak
mencari rotan, tetapi justru mencari akar, yakni akar gantung atau akar
udara yang bila dipotong mengeluarkan air.
Itulah pengalaman tim gabungan Polisi Kehutanan Dinas Kehutaan
Provinsi Kalsel dan anggota Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tala, di kawasan
hutan Desa Riam Adungan.
Setelah lelah menyelusuri kawasan hutan, mereka beristirahat dan
memotong akar gantung atau yang disebut penduduk setempat dengan akar kait-kait
untuk diminum airnya.
Rombongan Polhut dan KPH Tala mulai menelusuri kawasan hutan
dari pukul 08:00 pagi untuk menelusuri kawasan yang diduga menjadi sasaran para
pembalak liar di kawasan hutan produksi dan hutan produksi terbatas di Desa Riam
Adungan.
Sepanjang perjalanan di sela-sela lebatnya kawasan hutan di Desa
Riam Adungan, terdapat akar gantung mulai ukuran 10 sentimeter sampai yang
kecil-kecil. Mereka bergelayut di antara dahan pohon tarap, pohon jambun dan
kayu rimba lainnya.
Anurudi, salah seorang pencari pokok kayu ulin asal Desa Pandan
Sari, Kecamatan Kintap mengatakan, akar gantung ini sering digunakannya kalau
kebetulan persediaan air habis.
“Saya sering menggunakan air akar gantung kalau kehabisan air. Meski
rasanya agak sepat (kalat, Banjar. Red.)
lumayan untuk mengurangi rasa haus,” ujar Anurudi sambal mengumpulkan limbah
kayu ulin yang berceceran di kawasan hutan Riam Adungan.
Pelaksana Tugas Kepala KPH Tala, Agus Suparno, membenarkan
akar-akar gantung di kawasan Hutan Riam Adungan dapat dimanfaatkan untuk
pengganti air minum.
Namun menurut Agus Suparno, masih ada tumbuhan lain di dalam
hutan yang dapat menggantikan air minum, salah satunya umbut-umbut rotan.
“Sebenarnya ada beberapa jenis tumbuhan yang dapat membantu para
penjelajah hutan saat kehabisan air minum, selain menggunakan akar gantung. Hanya,
akar gantung lebih mudah didapatkan di semua jenis hutan,” kata Agus usai
meminum air dari akar gantung.
Namun tidak disarankan untuk setiap saat memanfaatkan akar
gantung atau akar udara saat masuk ke dalam kawasan hutan. Karena dapat
mengganggu ekosistem, Dan ingat pepatah: Tak ada rotan akar pun berguna. Itu
konotasinya suatu hal yang terpaksa. (zkl/foto:
zul yunus)
