PELAIHARI, banuapost.co.id– Kunci sukses meredam permainan Persetala, sekaligus menyingkirkan tim yang berjuluk Kijang Hamuk, ternyata disipilin dalam menjaga zona masing-masing.
“Kami tidak membiarkan pemain Persetala bebas membawa
bola, saat memasuki daerah pertahanan,” ujar Manajer PS Tarakan, Borgo Pane,
seusai pertandingan yang berakhir 0 – 0.
Terlebih lagi, lanjut Borgo, PS Tarakan diuntungkan
dengan absennya kapten tim Persetala, yang merupakan motor serangan saat
bertandang ke Pandeglang, Banten.
“Kami sangat diuntungkan dengan absennya kapten Persetala
itu,” tandas Borgo.
Tak ditampik Borgo, pertandingan sangat melelahkan bagi anak
asuhnya. Karena Persetala berusaha habis-habisan untuk membalas kekalahan 0-1
di leg pertama.
Erwin, kapten tim PS Tarakan, mengaminkan apa yang
disampaikan manajernya. “Kami bermain disiplin menjaga daerah masing-masing dan
mengawal ketat pemain yang dapat membahayakan gawang kami,” katanya kepada awak
media.
Sementara pelatih kepala Persetala, Edi Justo Purwanto,
mengungkapkan, pemain asuhanya sudah bermain maksimal.
Bahkan banyak peluang yang tercipta, termasuk salah
satunya tendangan Ahmad Subekti yang masih menerpa mistar gawang.
“Sepakbola bukan saja hitungan di atas kertas. Karena
hasil di lapangan, segalanya bisa terjadi,” kata Edi.
Fauzan Arianto manajer Persetala mengatakan apa yang
dihasikan pemain Persetala sudah merupakan upaya maksimal, dan berharap 2020
Persetala dapat menembus Zona Nasional Liga 3.
“Kami akan berupaya lebih baik lagi di 2020. Kami akan
berbenah menghadapi musim berikutnya,” kata perwira berpangkat Komisaris Polisi itu.
Fauzan Arianto yang juga Wakapolres Tala mengucapkan
terima kasih kepada seluruh pendukung Persetala, terutama kepada Bupati Tala
yang mendukung penuh persiapan pemain-pemain Persetala. (zkl/foto:
ist)
