PELAIHARI, banuapost.co.id– Bekerjasama dengan pedagang kaki lima Uber Rezeki, Pemkab menggelar Tala Expo dan Pasar Rakyat. Expo ini menjadi rangkaian dalam memeriahkan HUT ke-54 kabupaten yang memiliki julukan Bumi Tuntung Pandang itu.
Menurut Bupati Tala, H Sukamta, kerjasama ini untuk
memberikan kesempatan kepada Uber Rezeki agar menjadi lebih berpengalaman dalam
mengelola kegiatan seperti ini.
“Pemerintah ingin mereka juga bisa menjadi pedagang besar.
Kita bisa saja menyewa even organizer yang besar untuk membuat kegiatan ini, tapi
keuntungannya bukan untuk pedagang kita,” jelas Kamta, sapaan familiar Bupati
Tala itu, saat membuka secara resmi Tala Expo 2019 di halaman Pertasi Kencana,
Selasa (3/12).
Jadi kenapa kesempatan diberikan ke pedagang kali lima
ini, lanjut Kamta memberikan alasan, karena mereka yang kecil ingin dibesarkan
dan berdaya saing,” tandas sang pendobrak.
Kegiatan pameran pembangunan, sambung Kamta, merupakan
kegiatan yang strategis dalam rangka mengajak masyarakat Tanah Laut untuk
cangkal, tekun, rajin bausaha, untuk terus memajukan daerah.
Karena dengan cangkal mempromosikan dan menginformasikan
kegiatan dan keberhasilan pembangunan, produk maupun jasa unggulan Tanah Laut
kepada khalayak, tentunya agar semakin banyak orang-orang yang tahu akan
kemajuan daerah Bumi Tuntung Pandang.
“Dengan semakin banyaknya yang tahu betapa majunya
perkembangan pembangunan di daerah kita, Insya Allah akan membangun iklim
investasi di Tanah Laut semakin baik,” imbuhnya.
Terlebih lagi dengan dilaunchingnya Dokumen Izin Secara
Elektronik dari Dinas Penanaman Modal & PTSP. Sehingga yang ingin berinvestasi di Tanah Laut
tidak perlu harus datang ke Kantor DPM &PTSP untuk mengurus izin. Cukup
dari kantor masing-masing dan mengirim secara online, semua akan diselesaikan.
“Jadi kalau mau investasi di Tanah Laut, nggak perlu cari
bupati atau kepala dinas. Cukup mengakses dari kantor masing-masing,” katanya.
Proses seperti ini, menurut bupati, sengaja dibuat untuk
mengurangi pertemuan secara langsung antara costumer dengan pemberi izin. Tentunya
untuk menghindari kong ka likong.
Ditegaskan Kamta, apa yang dilakukan ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk melakukan reformasi
birokrasi, agar rakyat lebih mudah dan nyaman.
Tala Expo ini diikuti sebanyak 211 peserta, terdiri dari
instansi vertikal hingga UMKM dan PKL. Kegiatan akan berakhir Sabtu (7/12). (zkl/foto: ist)
