BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menjelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Partai Nasional Demokrat (NasDem), kembali menegaskan komitmennya menjalankan politik tanpa mahar. Penegasan ini diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali, Sabtu (7/12).
Ahmad Ali hadir di Banjarmasin bersama rombongan dalam
rangka safari konsolidasi partai di lima provinsi di Pulau Kalimantan.
Menurutnya, bakal calon kepala daerah (balon kada) yang
ingin diusung Partai NasDem di Pilkada 2020, tak perlu membawa sekoper uang
untuk mahar. Termasuk para balon kada yang ingin maju di tujuh Pilkada 2020 di
Kalsel.
“Mereka juga tidak perlu terlalu sering bertemu dengan
saya atau pengurus pusat agar dipilih untuk diusung. Tapi lebih seringlah bertemu
dengan masyarakat. Karena, bertemu dengan masyarakat, lebih berpotensi untuk
meningkatkan elektabilitas nantinya,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI
ini.
Sebagai parpol yang mengusung semangat perubahan, lanjutnya,
Partai NasDem sangat percaya dengan ilmu pengetahuan. Karena itu, untuk memilih
calon yang akan diusung, partainya mengandalkan hasil survey.
“Kami saat ini bekerja sama dengan delapan lembaga survey. Silahkan para calon menggunakan, tidak mesti semuanya. Pilih salah satu atau dua. Calon yang hasil survey tinggi, tentu itulah yang berpotensi untuk kami usung,” ucapnya.
Ahmad Ali berharap, Pilkada 2020 menjadi kontestasi yang
melahirkan pemimpin daerah yang menyejahterakan masyarakat. Bukan kontestasi
bagi mereka yang semata punya banyak uang.
Meski membuka pendaftaran bagi siapa saja, diakui Ahmad
Ali, dalam mengusung balon kada, partainya mengutamakan kader sendiri. Namun
dengan catatan, hasil survey kader tersebut unggul atau tidak jauh berbeda
dengan balon kada dari luar Partai NasDem.
“Kita memang mengutamakan kader. Namun tetap melihat
hasil survey. Kalau hasil surveynya beda tipis atau sama dan kita lihat kader
itu mampu bekerja menyejahterakan rakyat bila terpilih nanti, ya kita akan
pilih dia. Tapi kalau tidak, kita sangat mungkin memilih yang bukan
kader,” tandasnya.
Sementara Ketua DPW Partai NasDem Kalsel, Guntur Prawira mengatakan, penentuan balon kada yang akan diusung partainya, kewenangannya ada di pengurus pusat. Sedang pengurus daerah hanya menerima pendaftaran.
Bagi balon kada yang sudah mendaftar, baik untuk pilkada
kabupaten-kota maupun provinsi di Kalsel, Guntur menyarankan untuk patungan
dalam biaya survey.
“Biaya lembaga surey ini ditanggung bakal calon. Saran
saya, supaya tidak memberatkan, mereka bisa patungan,” kata Guntur.
Pembukaan konsolidasi yang digelar di ball room salah
satu hotel di kawasan Jl Ahmad Yani Km 5 ini, juga dihadiri sejumlah balon kada
Kalsel 2020. Seperti Denny Indrayana, Rosehan NB, Gusti Iskandar.
Nampak pula hadir balon pilkada kabupaten kota, seperti
pasangan petahana Banjarbaru, Nadjmi Adhani dan Dharmawan Jaya serta lainnya. (emy/foto: deny)
