KOTABARU, banuapost.co.id– Meski hujan sudah beberapa kali mengguyur Kotabaru, embung atau dam milik PDAM setempat, belum juga mampu mengalirkan airnya ke pelanggan.
Padahal sejak kemarau panjang melanda, air milik perusahaan
daerah itu, bak seperti harta karun yang diimpikan warga di kawasan tersebut.
Tak pelak lagi, sulitnya mendapatkan air bersih ini
menjadi bahan pembicaraan khalayak. Karena untuk mendapatkan air bersih, warga
terlebih dahulu harus merogeh kocek, membelinya dari pedagang air.
Di antara embung PDAM Kotabaru, hanya ada satu yang
mengalami tambahan air dengan ketinggian mencapai 55.cm. Namun belum bisa
dimanfaatkan.
Kondisi demikian tak ditampik Humas PDAM Kotabaru,
Syarwani yang diminta penjelasannya, Senin (9/12). “Air baku di beberapa
Intake atau dam maupun waduk dan embung pasca hujan, masih belum bisa
dimanfaatkan karena Intensitas curahnya masih rendah,” jelasnya.
Bahkan fasilitas seperti IPA dan Emubung Gunung Tirawan,
IPA Gunung Perak , IPA Gunung Relly, IPA Gunung Ulin, Dam mini Indramayu,
sampai sekarang belum ada tambahan air bakunya.
Begitupun dengan Waduk Gunung, meski ada tambahan air
bakunya, tapi sangat kecil. Ketinggianya masih 55 Cm, sehingga belum bisa dimanfaatkan.
“Cuma IPA Gunung Sari yang ada tambahan air baku, tapi
sudah didistribusikan ke beberapa
pelanggan,” katanya. (her/foto: ist)
