MALINAU, banuapos.net– Presiden Joko Widodo menyempatkan diri meninjau potensi hydro power di Sungai Kayan, Malinau, Kalimantan Utara.
Peninjauan dilakukan Kepala Negara dalam perjalanan menggunakan
helikopter Super Puma TNI-AU, dari Kabupaten Malinau kembali ke Kota Tarakan,
Kamis (19/12)
Menurut Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie yang
mendampingi presiden dalam peninjauan, ada dua titik lokasi pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ditinjau, yakni Kayan I dan Kayan II.
“Pulang dari Malinau kita meninjau titik lokasi
untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan I dan Kayan
II,” ujar Irianto.
PLTA Kayan, lanjut gubernur, berpotensi menghasilkan
kapasitas listrik sebesar 9.000 megawatt dari lima bendungan yang akan dibangun
secara bertahap.
PLTA ini akan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan
listrik Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning,
Kabupaten Bulungan, serta untuk menambah ketahanan energi nasional.
Selain Sungai Kayan, potensi hydro power di Kalimantan
Utara, juga terdapat di Sungai Mentarang. PLTA Mentarang memiliki potensi
kapasitas listrik sebesar 1.375 megawatt.
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Pertemuan Tahunan
Bank Indonesia di Raffles Hotel, Jakarta, Kamis ( 28/11) lalu, menyampaikan
pentingnya mencari sumber-sumber energi baru. Potensi hydro power yang dimiliki
Sungai Kayan merupakan salah satu sumber energi baru tersebut.
“Kalau yang namanya Sungai Kayan dibendung, ada 10 titik
di situ dan dipakai untuk hydro power pembangkit listrik tenaga air, muncul
biayanya hanya 2 sen. Kalau kita pakai batubara bisa 6-7 sen. Siapa yang bisa
melawan angka 2 sen ini? Semuanya akan berbondong-bondong ke sini. Saya sudah
sampaikan ke Pak Gubernur, ini akan kita mulai. Karena dari sini lah kita
memiliki competitiveness, memiliki daya saing,” kata presiden saat itu. (yb/din/foto: setneg)
