PELAIHARI, bauapost.net– Hidrometeorologi akibat faktor cuaca, mengancam wilayah Kabupaten Tanah Laut, baik berupa bencana banjir, longsor dan puting beliung.
Karena kondisi demikian, Wakil Bupati Tala, Abdi Rahman,
meminta kesiapan seluruh SKPD terkait agar mengantisipasinya.
“Lebih baik kita antisipasi agar tidak ada korban dalam
kejadian bencana alam di Kabupaten Tala,” tegas Abdi.
Want-wanti itu dikemukakan wabup dalam rapat koordinasi
penetapan status siaga darurat bencana banjir, angin puting beliung dan tanah
longsor dengan BPBD setempat, Kamis (9/1).
Rapat koordinasi penetapan status siaga darurat bencana
ini, juga dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, H Wahyuddin, Forkopimda, Kepala
SKPD, seluruh Camat serta Relawan Siaga Bencana se Tala.
“Karena ancaman demikian, dari 13 Januari hingga 31 Juni
2020 kita telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana
Hidrometeorologi di Kabupaten Tala,” tandas Abdi di rakor yang berlangsung di
ruangan Barakat lantai 2 Setda Tala itu.
Status tersebut, lanjut wabup, berlaku di 11 wilayah kecamatan
dan desa di Tala. Beberapa di antaranya, Kecamatan Kintap, Jorong, Bati Bati
dan Bumi Makmur.
Meski demikian, menurut Abdi Rahman, tidak menutup
kemungkinan jika bencana masih berlanjut, status siaga bencana akan di perpanjang.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin
mengatakan, penetapan status sejalan dengan rapat koordinasi antarlembaga yang
diselenggarakan BNPB sebelumnya, terkait penanganan bencana hidrometeorologi.
“Pada kesempatan tersebut ditekankan, bencana urusan
bersama,” imbuhnya. (zkl/foto: ist)