JAKARTA, banuapost.co.id– Tagar #TangkapHastoPDIP menjadi Trending Topic di Twitter Indonesia. Tagar ini muncul menyusul adanya pengakuan Saeful Bahri, duit suap untuk komisioner KPU, Wahyu Setiawan, berasal dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP itu.
Lebih dari 1.000 tweet yang menyertakan tagar
#TangkapHastoPDIP, Jumat (10/1) pagi. Dalam waktu singkat, tagar ini berada di
urutan kedua trending topic Indonesia.
Bahkan politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule, turut
menggunakan tagar #TangkapHastoPDIP. “Nah Lhoo…Gue bilang juga ape. Tak mungkin
juga “staf” punya inisiatif sendiri untuk suap Komisioner @KPU_RI, Wahyu
Setiawan, tanpa perintah pimpinan (Hasto). Mencret benaran ente, Hasto. Jangan
lupa trus kantongi ORALIT. Iya gak sih? @KPK_RI,” tulis Iwan Sumule yang
melengkapi ciitannya dengan tagar #TangkapHastoPDIP.
Sebelumnya, orang kepercayaan Hasto
Kristianto, Saeful Bahri, resmi mengenakan rompi oranye sebagai tersangka. Saeful
keluar dari ruang penyidik KPK sekitar pukul 02:19 WIB.
Saat menuju mobil tahanan, Saeful tak bicara
banyak mengenai detail kasus yang menyeretnya. “Prosesnya sudah selesai,
tinggal tanya ke penyidik,” kata Saeful di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (10/1)
dini hari.
Awak media terus mencecar terkait keterlibatan
Hasto Kristiyanto sebagai pemberi uang suap
untuk Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Tampak kesal karena terus menerus dicecar, akhirnya Saeful
membenarkan jika sumber uang suap berasal dari Sekjen DPP PDI-P tersebut.
“Iya, iya (dari Hasto),” kata Saeful, seperti dilansir dari RMOL.id.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka. Mereka,
Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina (orang kepercayaan Wahyu Setiawan) yang
juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Harun Masiku sebagai calon anggota legislatif
(caleg) dari PDI-P dan Saeful Bahri sebagai swasta.
Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai tesangka penerima
suap. Sedang Harun dan Saeful sebagai tersangka pemberi suap.
Pemberian suap untuk Wahyu itu, diduga untuk membantu Harus
dalam pergantian antar waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDI-P yang
meninggal dunia, Nazarudin Kiemas, Maret 2019 lalu. Namun dalam pleno KPU,
pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya, Riezky Aprilia.
Wahyu Setiawan diduga menerima Rp 600 juta terkait upaya
memuluskan permintaan Harun Masiku untuk menjadi anggota DPR PAW. Duit suap
diminta Wahyu melalui pengelolaan Agustiani Tio Fridelina. (yb/poks/foto: ist)