MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Rusaknya jalan dari Desa Rimba Sari II menuju Desa Datai Nirui, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara, dikeluhkan warga setempat.
Kerusakan yang cukup parah di beberapa titik, diduga
akibat aktivitas mobil angkutan bermuatan berat. Warga setempat sangat berharap
pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dapat melakukan penanganan jalan yang
menghubungkan antar desa tersebut.
Apabila tidak, maka akses akan sangat terganggu dan hal
ini pun berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Sebab warga sangat
bergantung dengan jalan tersebut untuk memasarkan hasil pertaniannya ke ibukota
kabupaten.
Kepala Desa Rimba Sari II, Kurnadi Tantoso, yang
dikonformasi, Minggu (12/1), membenarkan jalan yang menghubungkan Desa Rimba
Sari II dan Datai Nirui mengalami rusak parah. Kerusakan parah disebabkan
karena hujan menguyur wilayah tersebut.
“Intensitas hujan yang cukup tinggi di awal 2020,
membuat beberapa titik jalan lintas Desa Sei Rahayu II menuju Desa Datai Nirui,
Kecamatan Teweh Tengah mengalami kerusakan yang cukup parah di beberapa
titik,” kata Kurnadi.
Menurut kades, rusaknya jalan ini juga menghambat dalam
pembangunan di desa. Sebab untuk material bangunan, kesulitan untuk melalui
jalan tersebut.
Sementara Kepala Dinas PUPR Barito Utara, Ir Iwan Rusdani
melalui Kepala Bidang Bina Marga H Rody, Minggu (12/1), mengatakan, untuk 2020
ini jalan Trans 52 – Trans 55, saat ini dalam tahap lelang.
“Tahun 2020 melalui dana APBD Barito Utara, jalan Trans
52–Trans 55 akan dilakukan perbaikan dan saat ini masih dalam tahap leleng,” tandasnya.
(arh/foto: ist)