JAKARTA, banuapost.co.id– Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), menggelar pendidikan dan pelatihan nasional khusus serta orientasi kepengurusan masa bhakti 2019 – 2022.
Kegiatan yang dihelat di Kantor BPP HIPMI, Lantai 21 Sahid
Center Jakarta ini, sebagai pemberi pencerahan, Abdul Latief, mantan Menteri
Tenaga Kerja era Orba, yang juga salah satu pendiri HIPMI.
Dalam pencerahannya, Abdul Latief mengingatkan pengurus
HIPMI jangan hanya hura-hura. Tetapi bagaimana memajukan dunia usaha Indonesia,
sehingga menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Diklat dan orientasi itu sendiri, menyusul akan
dilantiknya kepengurusan BPP HIPMI masa bhakti 2019 – 2022, Rabu (15/1)
mendatang di Hotel Rafles Jakarta, yang juga akan dihadiri Presiden Joko Widodo.
Sementara Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H Maming, dalam
sambutannya, kembali mengingatkan masalah sumber daya manusia (SDM) seiring
dengan akan dihadapinya bonus demografi 2030 mendaatang.
Wanti-wanti
CEO Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang memiiki 55 esitas di berbagai
bidang usaha itu sangat beralasan. Pasalnya, saat bonus demografi terjadi,
jumlah penduduk usia produktif Indonesia diperkirakan mencapai 64 persen dari
total jumlah penduduk.
Bonus
demografi ini, menurut Mardani, selain sebagai peluang, sekaligus juga tantangan
bagi Indonesia. Bisa menguntungkan dan bisa juga terjadi kerugian.
“Bisa
menjadi menguntungkan, karena dengan bonus demografi, Indonesia berpeluang
untuk memajukan kesejahteraan serta memakmurkan rakyat,” ujar Mardani.
Meski
demikian, lanjut Mardani, syaratnya Indonesia memiliki kualitas sumber daya
manusia berkualitas, yang dapat menunjang serta memberikan kontribusi terhadap
pembangunan negara.
“Keuntungan
dari bonus demografi yang ditunjang SDM berkualitas, dapat meningkatkan
pendapatan perkapita suatu negara apabila ada kesempatan kerja yang produktif,”
tandasnya.
Namun
sebaliknya, sambung Mardani, apabila negara gagal dalam memanfaatkan bonus
demografi ini, maka jakan terjadi kerugian yang sangat besar bagi Indonesia.
Karena kondisi demikian, menurut Mardani, HIPMI harus mempersiapkan
diri mulai sekarang agar generasi milenial Indonesia dapat dioptimalkan
perannya bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia. (yb/b2n/foto: beben)