KOTABARU, banuapost.co.id– Diduga gegara dicerai istri, seorang pemuda di Desa Gunung Ulin akhiri hidup dengan gantung diri.
Tak pelak lagi, aksi nekat Wahyudin (21), membuat geger desanya.
Ayah satu anak itu ditemukan tewas dengan leher terjerat tali di dalam rumahnya
sendiri, Senin (13/1).
“Padahal sebelumnya tidak kelihatan tanda-tanda aneh yang
diperlhatkan. Karena sebelum ditemukan tergantung, masih main handphone,” ujar
Dahlan, adik korban.
Ketika itu, lanjut Dahlan, dirinya tengah melakukan
perbaikan sepeda motor. Sedang korban yang ada di dalam rumah sedang terlihat bermain
handphone.
Usai memperbaiki sepeda motor, Dahlan masuk ke rumah, dan
mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seulas tali.
Pemandangan ini sontak membuat Dahlan memanggil sang ibu.
Keduanya kemudian melepaskan tali yang mengikat bagian leher korban.
Namun setelah tubuh sang kakak direbahkan di lantai,
tidak ada tanda-tanda baik bagian dada maupun perut yang bergerak. Wahyudin
keburu tewas tanpa sempat dilarikan ke rumah sakit.
Sementara menurut Wawan Ashari, salah satu teman korban,
se hari sebelum kejadian, Minggu (12/1) malam sekitar pukul 20:00 Wita, korban
ada menelpon dan minta bertemu di Pos Kamling.
Di pos tersebut, menurut Wawan, rekannya itu bercerita sambil
menangis karena baru saja dicerai istrinya dan mau mengakhiri hidup.
“Bahkan korban berucap akan bunuh diri. Namun saya
ingatkan untuk melakukan aksi nekat itu,” ujar Wawan.
Sedang Kapolsek Pulau Laut Utara, Iptu Yacob Sihasale, yang melakukan pemeriksaan tidak
menemukan tanda-tanda kekerasaan di tubuh korban, terkecuali hanya ada memar di leher akibat terjerat tali.
“Mungkin karena depresi akibat beban hidup, sebagaimana cerita
saksi Wawan itu,” ujar kapolsek. (her/foto:
ist)