JAKARTA, banuapost.co.id– Antispasi virus corona masuk ke Indonesia, Kementerian Kesehatan mengeluarkan edaran meminta pihak berwenang meningkatkan kewaspadaan pada seluruh pintu masuk negara, termasuk melalui jalur udara, laut maupun darat.
Edaran ini seiring dengan meningkatnya
jumlah kasus penyakit penapasan itu sebagaimana dilaporkan pemerintah China. Virus ertama kali muncul di
kota Wuhan, China, Desember lalu.
Kini
jumlah kasus yang dapat dikonfirmasi melebihi 200 pasien, termasuk tiga di
antara meninggal dunia akibat penyakit pernapasan ini.
Pemerintah
China memastikan, penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia.
Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien yang terjangkit virus corona,
juga tertular.
Edaran
dari Kemenkes itu juga meminta kesiapsiagaan pihak-pihak dinas kesehatan maupun
rumah sakit rujukan dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit itu.
Menurut
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, alat pemindai
suhu tubuh, atau thermal scanner, pada titik-titik masuk para pendatang dari
luar negeri, telah diaktifkan kembali guna mendeteksi gejala-gejala virus itu.
“Karena
salah satu gejalannya, panas, gangguan pernapasan, Paling awal yang bisa
dideteksi dengan thermal scan,” kata Anung, kemarin.
Corona adalah kelompok virus yang
menyerang manusia. Enam di antaranya telah diketahui, sebelum kemunculan
jaringan terbaru virus itu di Wuhan belakangan ini.
Salah satu tipe dari kelompok
virus corona menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang
menjangkiti 8.098 orang di China sejak wabah itu meluas pada 2002. Tercatat 774
orang meninggal dunia akibat virus tersebut.
Terkait
coronavirus, yaitu tipe terbaru yang terdeteksi di Wuhan, kantor Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, virus
itu berasal dari hewan yang terinfeksi dan penyebaran antar manusia masih
terbatas.
Dalam
menanggapi ini, Dirjen Anung mengatakan perhatian yang lebih akan diberikan di
bandara-bandara yang memiliki penerbangan langsung dari China.
Ia
juga menyatakan, saat ini sudah ada anjuran perjalanan, atau travel advisory,
terkait perjalanan ke China. Namun belum sampai pada tingkat peringatan
perjalanan, atau travel warning.
Anung
menjelaskan agar para pelancong waspada terhadap gejala-gejala pneumonia akibat
virus corona, seperti terjadinya penurunan kondisi yang cepat, sesak bahkan
hingga tidak sadarkan diri.
Di
luar China, virus itu telah menyebar ke beberapa negara di Asia, termasuk dua
kasus yang terdeteksi di Thailand, satu di Jepang, dan satu lainnya di Korea
Selatan.
Sedangkan
di Vietnam, dua pendatang dari China dikarantina akibat menunjukkan gejala-gejala
terkait penyakit itu. (yb/bgla/foto: ist)
