JAKARTA, banuapost.co.id– Tiga penekanan disampaikan Panglima TNI Marsekal Dr Hadi Tjahjanto saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2020 di GOR A Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1).
Ketiga penekanan tentang kebijakan TNI dalam menghadapi
tugas-tugas ke depan yang terkait dengan Polri, pertama, amankan Pilkada Serentak
dan PON XX 2020.
Pilkada serentak akan menyelenggarakan pemilihan 9
gubernur, 224 bupati dan 37 walikota di berbagai daerah. Begitu juga pada
pelaksanaan PON XX di Papua, kegiatan ini perlu menjadi perhatian yang penting
agar bejalan aman dan lancar.
“Aparat TNI-Polri perlu kerjasama yang bersinergi untuk
mengamankan Papua dan daerah lainnya,” tegas panglima.
Kedua, antisipasi dan siaga bencana alam maupun bencana
kemanusiaan. Setiap komando atau satuan kewilayahan, harus punya analisa
kerawanan dan rencana kontinjensi di wilayah tanggungjawabnya.
Ketiga, waspadai eksploitasi sumber daya alam ilegal berlebihan.
Kasus di Laut Natuna Utara menjadi pelajaran penting agar tidak bisa terjadi di
wilayah lain. Penambangan liar, penggundulan hutan yang merusak lingkungan
harus dihentikan dan pelakunya harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Menurut panglima, ada arah baru pasca reformasi, terjadinya
perubahan struktur Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Tuntutan
reformasi, yaitu Polri harus dipisahkan dari ABRI, untuk memisahkan fungsi pertahanan
dan fungsi keamanan.
Dua puluh tahun pasca reformasi berlalu, secara organisasi
TNI-Polri benar-benar terpisah. Tetapi secara spektrum penugasan, masih ada
irisan kemiripannya dan tidak pernah terjadi segregasi atau pemisahan total
antara TNI-Polri.
Dalam lingkup yang lebih luas,
ada spektrum ancaman dan permasalahan-permasalahan bangsa yang harus
dituntaskan secara bersama-sama antara TNI dan Polri.
Pada kondisi perang, militer harus memenangkan pertempuran. Tetapi
pada masa damai, militer harus persuasif.
Ada transisi diantara dua kondisi, itulah blurring
boundaries, yaitu menjaga stabilitas keamanan terutama
dihadapkan pada spektrum ancaman keamanan yang lebih luas, dan spektrum tugas
yang semakin melebar yang harus dituntaskan secara bersama (sinergi).
Ketika membuka Rapim TNI-Polri
2020 ini, Panglima TNI Marsekal TNI Dr Hadi Tjahjanto, didampingi Kapolri
Jenderal Pol Drs Idham Azis, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau
Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman. (yb/wta/foto: ist)
