BANJARMASIN, banuapost.co.id– Suasana kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Banjarmasin, Selasa (18/2) pagi, berbeda dari hari, bulan dan tahun-tahun sebelumnya.
Jika pagi hari mereka yang masuk kantor terlihat fresh,
maklum sudah semalam suntuk bercengkrama dengan keluarga, kemarin justeru menunjukan
ketegangan.
Bahkan sempat membuat penghuni kantor tersebut, sebagian besar
dari mereka memilih keluar ruangan. Mencari aman diri alias selamat.
Pasalnya usai apel pagi itu, puluhan anggota Satpol PP ngeluruk
ke kantor tersebut berunjuk rasa menuntut kenaikan tunjangan kinerja alias
tukin. Tak hanya berorasi, mereka juga mengusung poster.
Alasan ‘pasukan’ terdepan dalam mengamankan perda maupun
kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin itu, karena nilai tukin yang diperoleh
sangat tidak seimbang dengan resiko kerja.
Bahkan tukin yang mereka terima, lebih kecil dari petugas
kelurahan, sebagaimana Perwali Kota Banjarmasin No 7/ 2017.
“Kami siap kerja pagi dan malam. Bahkan hari libur
kami tetap kerja. Tapi kenapa hak yang kami terima berbeda,” kata seorang
anggota Satpol PP.
Tidak jelas memang urusan tukin ini urai solusinya. Pasalnya, meski walikota maupun wakil walikota
jika berbicara anggaran alias duit, mau tidak mau harus dibahas terlebih dahulu
dengan dewan kota.
Tentunya untuk persoalan tukin yang notabene menyangkut
hajat, bertambah tidaknya harus diusung terlebih dahulu ke DPRD setempat. (emy/foto: deny yunus)