PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Naas dialami suami istri yang se hari-harinya sebagai petani di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Kardi dan Ende, suami istri itu, diserang induk beruang madu ketika melihat
padi yang ditanam sudah mendekati panen. Peristiwa tragis itu terjadi Ahad
(22/2).
Selain luka di sekujur tubuh akibat cakaran dan gigitan, kedua korban
baru dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, setelah empat hari
kejadian. Sebelumnya, kedua korban hanya dibawa ke puskemas setempat.
Ditemui di RSUD dr
Doris Sylvanus, Rabu (26/2) sore, kondisi kedua korban cukup memperihatinkan,
terutama pada bagian tangan dan kaki akibat gigitan dan cakaran.
Menurut Ende, sebelum musibah
menimpa mereka sempat melihat-lihat tanaman padi yang sudah mulai siap panen.
Usai melihat padi, keduanya memeriksa jebakan yang memang dipasang di sekitar
ladang.
Ternyata di dalam satu
jebakan, terjerat se ekor anak beruang. Namun ketika ingin melepaskan hewan
berbulu hitam dengan kuku menonjol itu, tiba-tiba diserang sang induk dari
belakang.
Akibat serangan induk
beruang ini, tangan Kurdi patah hingga harus menjalani operasi. “Kondisinya
sudah mulai membaik. Namun tetap menjalani rawat inap di salah satu ruangan RS
terbesar di Ibu Kota Provinsi Kalteng tersebut. (yb/din/foto: ist)