BANJARMASIN, banuapost.co.id– Seiring dengan penyebaran virus karona ke seluruh dunia, hingga merenggangnya ribuan nyawa, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, memperketat kedatangan kapal asing.
Menurut Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Mugen S Sutarto,
pengawasan masuknya kapal asing bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin.
“Setiap kapal datang dari luar negeri, dalam hal ini
kapal vessel atau kapal pengangkut batubara yang labuh jangkar di Perairan Tabonio,
Kabupaten Tala, anak buah kapal (ABK)-nya akan diperiksa satu per satu,” jelas
Mugen.
Pemeriksaan yang dilakukan, sambung Mugen, untuk
memastikan tidak ada penyakit yang menggemparkan dunia tersebut, sebelum
merebaknya virus karona.
“Selain itu kami juga dengan pihak KKP menanyai kapten
kapalnya, ada yang sakit atau tidak,” ujar Mugen.
Kalau ditemukan ABK yang terindikasi, lanjut Mugen, akan
dilakukan penangan khusus. Apa lagi positf, langsung dilakukan diisolasi.
Sedang kapalnya, tidak diperbolehkan berlayar.
Meski demikian, ditegaskan Mugen, selama ini belum ada
ditemukan ABK yang terindikasi apalagi terpapar. Sebab kedatangan maupun
keberangkatan kapal vessel berbendera luar negeri ini dan diawaki warga negara
asing, tidak membawa kebutuhan pokok. Tetapi batubara dan arang. (yai/foto: ayai)