KERTAK HANYAR, banuapost.co.id– Polda Kalsel menyidak gudang barang toko retail di Jl A Yani Km 12, Gambut, Kabupaten Banjar, Jumat (6/3).
Sidak dilakukan pasca dugaan langkanya masker dan cairan
antiseptic akibat isu Covid-19. Hasilnya, petugas yang terdiri dari Ditresarkoba
dan Ditreskrimsus tidak mendapati kelangkaan masker.
“Untuk masker, di gudang ini masih aman. Tapi untuk
cairan antiseptik, ada dua merek yang kosong. Dua merek itu paling sering
digunakan masyarakat. Karena simple mudah dibawa kemana-mana. Tapi cairan merek
lain, stoknya masih ada,” kata Diresnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Iwan Eka
Putra.
Diakui Iwan Eka Putra, sidak ini dilakukan menyusul perintah
dari Mabes Polri. Perintah tersebut untuk memastikan ketersedian masker dan
cairan antiseptik yang tengah ramai diburu masyarakat.
Selain itu, untuk memastikan tidak ada penimbunan. Karena
ada dugaan terjadi penimbunan sejak ramai aksi borong masker dan cairan antiseptik
oleh masyarakat.
Manajer distributor gudang tersebut, Agus Taryono, mengaku
masih memiliki sekitar sembilan ribuan pieces (pcs). “Stok yang ada sekarang dari pengiriman
pertengahan Februari lalu,” kata Agus.
Agus tak menampik di sejumlah stok retail grup perusahaannya,
kerap terjadi kekosongan, khususnya masker. Tapi hal tersebut bukan karena
kelangkaan, namun lebih dikarenakan tingginya pembelian dari masyarakat.
Sidak ini, juga memastikan ketersedian dan harga
kebutuhan pokok masyarakat. Menurut Dirkrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Masrur,
dari hasil pengecekan jajarannya yang juga tergabung di Satgas Pangan provinsi,
tidak terdeteksi adanya aksi borong.
“Untuk kebutuhan masyarakat, secara keseluruhan masih
aman dari pengecekan kita di beberapa tempat. Namun memang untuk gula ada
sedikit kenaikan karena sedikit hambatan pasokan,” kata Masrur.
Selain melakukan pengecekan rutin ketersedian dan harga
kebutuhan pokok, Masrur mengaku juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak
panik.
“Dalam menghadapi isu korona ini, kami mengimbau
masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat diharapkan tidak perlu membeli
kebutuhan pokok secara berlebihan,” ujar Masrur. (emy/foto: iman)