BANJARMASIN, banuapost.co.id– Hadapi penyebaran Covid-19 yang menyebabkan perekonomian negara-negara terdampak ikut terganggu, Bank Indonesia (BI) menyiapkan lima langkah kebijakan lanjutan dalam menjaga stabilitas moneter dan pasar keuangan.
Kelima langkah kebijakan, menurut Deputi Gubernur BI,
Dody Budi Waluyo, seiring dengan ditemukannya dua warga yang positif suspect
virus korona tersebut
“Pertama, meningkatkan intensitas triple
intervention agar nilai tukar rupiah bergerak, sesuai dengan fundamentalnya dan
mengikuti mekanisme pasar,” ujar Dody, usai mengukuhkan Kepala Perwakilan (KPw)
BI Kalsel, Amanlison Sembiring, di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (6/3) pagi.
Berikutnya, lanjut Dody, menurunkan rasio Giro Wajib
Minimun (GWM) Valuta Asing Bank Umum Konvensional dan Syariah, yang awalnya 8
persen menjadi 4 persen, berlaku mulai
16 Maret mendatang.
“Ketiga, menurunkan GWM pupiah sebesar 50 bps yang
ditujukan kepada bank-bank yang melakukan kegiatan pembiayaan ekspor-impor,”
katanya.
Dengan adanya penurunan ini, sambung Dody, bank-bank
tersebut diharapkan mampu membiayai kegiatan ekspor dan impor, agar biaya
perdagangan lebih murah. Kebijakan ini diimplementasikan mulai 1 April 2020
hingga 9 bulan kemudian, dan setelahnya dapat dievaluasi kembali.
“Keempat, memperluas jenis underlying transaksi bagi
investor asing. Sehingga dapat memberikan alternatif dalam rangka lindung nilai
atas kepemilikan Rupiah” paparnya.
Sedang yang terakhir, lanjut Dody, BI menegaskan investor
global dapat menggunakan bank kustodi global dan domestik dalam melakukan
kegiatan investasi di Indonesia.
Khusus untuk Perwakilan BI Kalsel, Dody mengharapkan melakukan koordinasi maupun langkah-langkah
strategis, agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun Banua di Triwulan I
tidak terpelosok begitu dalam.
“Dengan tetap menjaga angka inflasi di Kalsel pada
level yang masih wajar, harus dilakukan kordinasi melalui Tim Pengendali
Inflasi Daerah (TPID) bersama steakholders terkait,” imbuhnya.
Langkah lainnya, menurut Dody, membina pelaku UMKM agar
mereka bisa mengembangkan bisnisnya. Mengingat pentingnya di tengah kondisi
ekonomi sekarang.
“Dorong UMKM di Kalsel agar bisa naik kelas melalui
pemanfaatan teknologi. Ini penting, agar mereka tidak kalah bersaing,” tandasnya.
Upacara pengukuhan dibuka dengan Tari Baksa Kembang.
Hadir Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie mewakili gubernur, Ketua DPRD H
Supian HK dan Wakil Walikota Banjarmasin dan Banjarbaru, serta Wakil Bupati
Tapin.
Amalison sendiri sebelumnya sempat menjabat sebagai KPw BI
Jawa Timur selama 2 bulan. Dia dipindahtugaskan ke Bumi Lambung Mangkurat,
menggantikan Herawanto yang menempati pos baru sebagai KPw BI Jawa Barat. (oie/foto: olive)