PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Musibah dialami tim pasukan pengaman yang tengah melakukan simulasi rencana kedatangan Ratu dan Raja Belanda ke Kota Palangka Raya, 11 – 13 Maret mendatang.
Speed boad yang ditumpangi rombangan, bertabrakan di Sungai Sebangau, dekat Dermaga Kereng Bangkirai, Senin (9/3) siang. Dikabarkan ada 6 orang meninggal. Sementara seorang lainnya, masih dalam pencarian.
Belum ada keterangan resmi dari
pihak kepolisian atas musibah ini. Namun di lokasi kejadian, masih terus
dilakukan pencarian. Baik dari tim TNI, Polri dan sejumlah relawan.
Bahkan
di sepanjang pinggiran sungai yang biasa menjadi objek wisata, dipenuhi warga
dan aparat yang siap dengan peralatan lengkap untuk proses pencarian dan
evakuasi.
Sementata informasi lain
yang diperoleh di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, kisaran pukul 19:15 WIB,
diterima sebanyak 8 korban.
Mereka dua orang dalam
perawatan, yakni Ny Selvi Magdalena (25),
pegawai Tekon TNS Sebangau, dan Ny Yuliansi (33), peg Tekon TNS Sebangau.
Sedang enam orang
lainnya, meninggal dunia. Mereka, Dandim Kapuas, Letkol Bambang Kristianto (41),
Abdi Darmansyah (36), polhut, warga Jl Mangku Raya, Kerang Bangkirai,
Nn Mutiara, pegawai Tekon
TNS, warga Jl Selat Tengah Kapuas, Nn
Tyas Novianti, pegawai Tekon TNS, warga Jl Tumbang Bulan, Mendawai, Katingan, Ibnu
Yudistira Hendrawan, pegawai Tekon TNS, warga Jl Mangku Raya, Kereng Bangkirai, Sebangau,
dan Ny Umroatus Sholikhah, wiraswasta. Sedang Mansyah, Manggala Agni TNS Kasongan,
masih dalam pencarian.
Sementara yang dirawat di RS Siloam, Gerbrand Johannes Maria Van Herrwaarde, Atase (Police Liaison Officer) Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Sedang yang dirujuk ke RS TNI AD, Wahid dan Hadiyanto. (yb/arul/foto: jurnalborneo)