BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dugaan kelangkaan masker di Kalsel akibat adanya penimbunan, diungkap jajaran Direskrimum Polda Kalsel, Senin (9/3) malam.
Pelakunya, dua laki-laki dan perempuan yang masih
memiliki hubungan keluara. Mereka, RD dan EM yang aktivitasnya sudah dipantau
petugas sejak sepekan terakhir.
Keduanya diamankan terpisah. Awalnya anggota Jatanras
Ditreskrimum Polda Kalsel mengamankan RD di rumahnya, Jl Tembikar Kiri, Pemurus
Dalam, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, dengan barang bukti tiga kota
masker.
Setelah dilakukan pengembangan, polisi menyambangi rumah
EM di Jl A Yani Km 8,7, Gg Setia Budi, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Di TKP
kedua ini, ditemukan 64 kotak masker.
Satu kotak berisi 50 pieces masker. Selain itu, polisi juga menyita lima botol
cairan antiseptik.
Barang bukti yang disita, rencananya akan mereka jual ke
pembeli di sejumlah kota di Indonesia. Sebelumnya, kedua pelaku diduga sudah
menjual cukup banyak masker ke pembeli di sejumlah kota di Indonesia. Seperti
Jakarta, Bali dan Medan. Bahkan hingga ke luar negeri, seperti Korea Selatan.
Dugaan masker-masker itu dijual ke sejumlah kota di
Indonesia dan luar negeri, berdasarkan bukti resi pengiriman yang turut disita
polisi.
Selama melakoni bisnisnya ini, sejak meningkatkan
pembelian masker akibat mewabahnya virus korona, keduanya diduga telah menjual
sekitar 15 karton masker. Satu karton berisi 40 kotak yang masing-masing berisi
50 pieces masker.
Keduanya mengaku mendapatkan masker dari hasil membeli ke
sejumlah pedagang di kabupaten dan kota di Kalsel, seperti Amuntai dan Tanjung.
Masker-masker itu mereka beli dari pedagang seharga Rp
100 ribu hingga Rp 170 ribu. Kemudian dijual lagi seharga Rp 200 ribu – Rp 300 ribu
per kotak.
Keduanya diduga melakoni bisnis ini, karena tergiur
keuntungan dengan memanfaatkan situasi tingginya pemebelian masker sejak
mewabahnya Covid-19.
“Bahkan mereka diduga memanfaatkan situs penjualan online
dalam aksinya,” jelas Kanit Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel, AKP Agus
Rusdi.
Menurut AKP Agus, penangkapan keduanya berawal dari
informasi masyarakat yang diterima anggotanya. “Saat ini kita masih meminta
keterangan dari keduanya. Ada dugaan mereka masih memiliki lebih banyak masker
untuk dijual lagi,” kata AKP Agus. (emy/foto:
deny yunus)